Luka dan Tekad di Genangan Air Mata Rifal Usai Ayah-Ibunya Terkubur Longsor Cisarua

1 month ago 21

Muhammad Rifal Firmansyah (15 tahun), anak korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB yang kehilangan ayah, ibu, dan adiknya dalam bencana tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Muhammad Rifal Firmansyah mencoba tegar dan tetap menebar senyum. Namun di lubuk hati terdalamnya, anak berusia 15 tahun itu benar-benar hancur karena kehilangan kedua orang tua hingga adiknya hanya dalam hitungan menit.

Keluarga tercintanya tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026). Rifal selamat karena saat kejadian ia sedang berada di Pondok Pesantren Al-Mubin, Desa Cintakarya, Kecamatan Sindangkerta, KBB untuk menuntut ilmu.

Pada Jumat (30/1/2026), Rifa mencoba menguatkan hati untuk melihat sekali lagi rumahnya di Kampung Pasirkuda, RT 01/11, Desa Pasirlangu yang sudah rata dengan tanah. Pilu begitu dirasakannya, namun ia harus tetap kuat dan melanjutkan hidup meski sebatang kara.

"Awalnya saya lihat status saudara saya sampai lima kali putar mastiin bener atau tidak. Perasaan udah mulai gelisah, enggak enak," tutur Rifal.

Kepastian kabar pahit itu akhirnya benar-benar diterima Rifal. Ia segera memastikan kondisi keluarganya itu pada Ahad (25/2026) yang seketika membuatnya tak kuasa menahan sedih. Bola matanya menerawang jauh melihat kampung yang dulu jadi tempatnya tinggal, kini hilang.

"Hari Minggu saya langsung ke lokasi buat mastiin masih ada rumah saya, ternyata sudah rata semua," ucap Rifal. Air matanya pun menggenang saat ia mengingat kali pertama melihat tempat lahirnya hilang dalam arti yang sebenar-benarnya.

Kala itu ia terus menguatkan hati lalu ikut terjun bersama Tim SAR gabungan untuk mencari ayah, ibu, dan adiknya yang terkubur longsor. Semuanya sudah ditemukan dan sudah dikebumikan dengan layak. Tentu tak mudah bagi Rifal menerima kenyataan pahit ini.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|