Lion Air Petakan Destinasi Favorit Saat Harga Avtur Masih Tinggi

5 hours ago 3

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Lion Air (Lion Group) melakukan pemetaan destinasi favorit wisatawan Indonesia sebagai bagian dari strategi penyediaan layanan penerbangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar di tengah tingginya harga avtur. Hasil riset tersebut menjadi dasar bagi maskapai dalam menentukan pengembangan rute dan layanan perjalanan yang diminati konsumen.

Kajian pasar dilakukan bersamaan dengan persiapan program BookCabin Travel 2026. Melalui riset tersebut, Lion Group berupaya mengidentifikasi tren perjalanan masyarakat sekaligus membaca peluang pasar yang berkembang pada sektor penerbangan dan pariwisata.

"Jadi ketika kami mempersiapkan BookCabin Travel 2026, kami juga melakukan yang namanya riset, berdasarkan kebutuhan pelanggan dan masyarakat pada umumnya," kata Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Menurut Danang, hasil analisis menunjukkan sejumlah destinasi luar negeri masih menjadi pilihan utama wisatawan Indonesia, terutama pada periode libur sekolah.

Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong tercatat sebagai tujuan yang paling banyak diminati masyarakat Indonesia untuk berlibur. Ketiga negara tersebut dinilai tetap memiliki daya tarik kuat karena menawarkan beragam pilihan wisata, budaya, hingga pengalaman berbelanja.

Ia menjelaskan, selain destinasi yang sudah lama populer, terdapat sejumlah negara yang mulai menunjukkan tren peningkatan minat dari wisatawan Indonesia.

Vietnam, Uzbekistan, dan Kazakhstan menjadi beberapa destinasi yang kini semakin banyak dilirik sebagai alternatif perjalanan wisata internasional. Peningkatan minat tersebut menjadi salah satu pertimbangan maskapai dalam menyesuaikan layanan penerbangan yang ditawarkan kepada konsumen.

"Kemudian ada rute atau destinasi yang sudah populer untuk kepentingan sekolah, misalnya seperti ke Australia," kata Danang.

Selain memenuhi kebutuhan wisata, Lion Group juga melihat adanya permintaan yang cukup besar untuk perjalanan pendidikan dan bisnis.

Australia, misalnya, masih menjadi salah satu tujuan utama untuk kegiatan pendidikan dan studi. Karena itu, maskapai berupaya menyediakan konektivitas yang mampu mendukung mobilitas pelajar maupun masyarakat yang memiliki kepentingan akademik.

Di sisi lain, kebutuhan perjalanan bisnis juga menjadi perhatian dalam pengembangan jaringan penerbangan.

"Selain itu, kami juga mengakomodir pola-pola perjalanan untuk kepentingan bisnis atau kepentingan bilateral. Dengan koneksi melalui Kuala Lumpur yang terhubung ke lebih dari 40 kota tujuan," kata Danang.

Melalui jaringan koneksi tersebut, Lion Group berusaha memberikan pilihan perjalanan yang lebih luas bagi penumpang, baik untuk kebutuhan bisnis, wisata, maupun perjalanan antarnegara yang berkaitan dengan kerja sama bilateral.

Menurut Danang, berbagai tantangan yang dihadapi industri penerbangan, termasuk tingginya harga avtur, justru mendorong perusahaan untuk lebih cermat membaca kebutuhan pasar dan menangkap peluang yang tersedia.

"Itu peluang yang kami lihat, jadi setelah kami lakukan analisis pasar atau market dan kami menjawab dari permintaan-permintaan itu. Intinya, kami mengakomodir ada rute atau destinasi yang sudah populer," kata dia.

Ke depan, hasil pemetaan destinasi favorit wisatawan Indonesia tersebut akan terus menjadi acuan bagi Lion Group dalam mengembangkan layanan penerbangan yang relevan dengan tren perjalanan masyarakat serta kebutuhan mobilitas yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|