REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV — Eskalasi pertempuran di perbatasan utara wilayah pendudukan zionis Israel kian memanas. Media Israel, i24NEWS yang dikutip Al Mayadeen, melaporkan seorang menteri dalam kabinet Israel nyaris tewas dalam sebuah serangan rudal presisi yang diluncurkan oleh kelompok pejuang Hizbullah pada awal konfrontasi.
Laporan tersebut mengutip sumber dari Unit Pengamanan VIP (VIP Security Unit) yang menyebut sang menteri selamat secara "ajaib" setelah rudal Hizbullah menghantam posisi yang sangat dekat dengan dirinya dan tim pengamanan. Insiden ini menjadi tamparan keras bagi militer Israel (IDF), karena menunjukkan kemampuan intelijen Hizbullah yang mampu memantau pergerakan pejabat tinggi setingkat menteri secara real-time.
Analis militer di Tel Aviv menilai serangan tersebut mencerminkan tingkat kecanggihan operasional yang tinggi dari perlawanan Islam di Lebanon. Hizbullah terbukti memiliki kemampuan pengawasan yang mumpuni untuk menembus celah keamanan wilayah pendudukan, sebuah kerentanan yang kini mulai diakui secara terbuka oleh media-media Israel.
Tak hanya menyasar pejabat politik, serangan Hizbullah juga nyaris melumpuhkan komando lapangan militer Israel di sektor barat Lebanon Selatan pada Jumat malam. Dalam insiden tersebut, seorang perwira senior Israel dilaporkan terluka parah.
Pihak otoritas penjajah juga mengonfirmasi tewasnya seorang sersan dari Batalyon 890 Brigade Penerjun Payung. Tentara tersebut, yang diketahui merupakan warga Amerika Serikat, tewas dalam penyergapan roket Hizbullah yang juga melukai tiga tentara lainnya di lokasi yang sama.

4 days ago
9














































