Lahan di Lereng Merapi Boyolali Terbakar, Diduga Dibakar Warga

5 hours ago 6

Lahan di Lereng Merapi Boyolali Terbakar, Diduga Dibakar Warga

Kebakaran lahan terjadi di lereng Merapi Boyolali. Api diduga berasal dari pembakaran daun kering saat warga membersihkan lahan. /Espos.

Harianjogja.com, BOYOLALI—Kebakaran lahan terjadi di lereng Gunung Merapi, tepatnya di sekitar Jurang Grawah, wilayah Suroteleng, Kecamatan Selo, Boyolali, Senin (14/9/2026) siang. Kebakaran diduga dipicu kebiasaan warga membakar daun kering saat membersihkan lahan atau tegalan.

Camat Selo Eko Dodi Apriyanto mengatakan lokasi kebakaran berada di perbatasan Desa Samiran dan Desa Suroteleng. Area yang terbakar merupakan lahan warga yang berada di kawasan jurang dengan medan yang curam.

”Itu lokasinya di jurang, perbatasan Samiran dan Suroteleng. Utaranya masuk Desa Samiran, selatannya masuk Desa Suroteleng. Diduga penyebab kebakaran itu kebiasaan warga yang membersihkan lokasi lahan atau tegalan, daun-daun kering dibakar. Dengan harapan pada saat musim penghujan, rumputnya bisa subur,” kata dia kepada wartawan, Senin.

Menurut Eko, kondisi medan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Titik kebakaran berada pada kemiringan lereng tertentu sehingga upaya pemadaman harus memperhitungkan keselamatan petugas maupun warga.

“Itu paling bisa pemadaman dengan manual, orang pakai gropyokan. Curam itu, di tengah jurang sedalam ratusan meter. Pemadamanya sulit itu,” kata dia.

Lokasi Kebakaran Sulit Dijangkau

Eko menjelaskan akses menuju lokasi kebakaran juga tidak mudah. Jalan menuju titik api berupa jalan setapak sehingga petugas membutuhkan selang yang sangat panjang apabila pemadaman dilakukan dengan peralatan tersebut.

”Itu jauh dari area taman nasional, itu di area warga yang biasanya ambil rumput,” kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Selo AKP Kiryanta membenarkan adanya kebakaran lahan di Rogobelah, Suroteleng, pada Senin siang. Kondisi api saat ini disebut sudah mengecil.

Kiryanta mengatakan kebakaran tersebut berada di lahan warga yang terletak di kawasan lereng atau pereng jurang Gunung Merapi. Medan yang memiliki kemiringan menjadi salah satu alasan pemadaman sulit dilakukan.

”Sehari sebelumnya di Pojok, Samiran sore kemarin sudah hilang. Ini terus hari ini di arah selatannya daerah Suroteleng. Ini di lahan warga pereng jurang. Saat ini sudah mengecil,” kata dia.

Kebakaran lahan di kawasan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya api di wilayah Pojok, Desa Samiran, juga sempat muncul pada sore hari dan kemudian padam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|