KRL Dibatasi Usai Kecelakaan, Perjalanan Hanya Sampai Stasiun Bekasi

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan layanan KRL atau Commuter Line untuk sementara waktu akan dibatasi pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Perjalanan KRL tidak melanjutkan hingga Bekasi Timur dan hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, kebijakan ini diambil guna mendukung proses pemulihan jalur dan memastikan keselamatan operasional kereta. "Untuk sementara waktu, Commuter Line atau KRL akan ditutup dulu. Layanan terakhir adalah sampai Stasiun Bekasi," kata Bobby saat konferensi pers, Selasa (28/4).

Ia menjelaskan, meski jalur hilir sudah kembali dibuka dan dapat dilalui kereta api jarak jauh, kondisi jalur lainnya masih dalam tahap evaluasi. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rel, listrik aliran atas (LAA), hingga sistem persinyalan yang dikhawatirkan terdampak akibat benturan.

"Kita tentukan, ya, kita evaluasi dulu sedikit begitu, ya. Kan jalur hilirnya sudah kita bebaskan, sekarang kita bekerja untuk jalur hulu. Bebaskan jalur ini kan tidak hanya tidak ada halangan di atasnya, kita juga harus pastikan kondisi relnya, kondisi juga dari LAA-nya di atas, kemudian kondisi juga dari persinyalannya. Jangan-jangan terdampak oleh benturan tadi malam. Jadi segera nanti kita evaluasi. Jika semua komponen itu jalan, segera kita buka," katanya.

Selain itu, operasional kereta saat ini masih menggunakan satu jalur secara bergantian. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan perjalanan, dengan sedikitnya 25 kereta mengalami keterlambatan.

"Masih ada gangguan karena kita masih pakai jalur hilir untuk ganti-gantian. Karena kan kita tahu juga bahwa dari Bekasi-Bekasi Timur ini hanya double track, belum double-double track. (Ada berapa kereta yang tertunda hari ini) 25 kereta," katanya.

PT KAI menegaskan, pembatasan layanan KRL ini bersifat sementara. Normalisasi operasional akan dilakukan setelah seluruh infrastruktur dinyatakan aman dan memenuhi standar keselamatan.

"Seperti yang saya sampaikan tadi, kita evaluasi, kita cek satu per satu komponennya, kita cek satu per satu sistemnya, ya. Segera jika semua sudah comply dengan aturan, dengan UIC standar, kita akan jalankan," katanya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|