Krisis 2026 Menggila, Petaka di Amerika Sudah Sampai ke Indonesia

12 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis kelangkaan chip memori global bukan hanya menghantam industri perangkat elektronik konsumen seperti HP dan laptop. Industri otomotif juga mendapat hantaman keras.

Sebagai informasi, krisis kelangkaan chip memori ditengarai 'ledakan' AI yang membuat permintaan chip untuk data center AI melonjak tajam. Produsen chip memprioritaskan permintaan tersebut karena mendatangkan laba lebih besar.

Alhasil, produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik konsumen dan mobil dikesampingkan. Situasi ini memicu lonjakan harga komponen gila-gilaan, serta mengganggu rantai pasokan global.

Kelompok yang mewakili produsen mobil, peritel, dan perusahaan elektronik, menyurat ke Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan AS terkait urgensi dari krisis yang saat ini terjadi.

"Ketidakseimbangan mendesak di pasar chip memori dapat menyebabkan kenaikan harga yang signifikan dan berkelanjutan dalam jangka pendek bagi AS, serta mengganggu rantai pasokan penting AS," tertera dalam surat tersebut, dikutip dari Reuters, Kamis (4/6/2026).

Surat tersebut menunjukkan makin seriusnya masalah yang mengancam harga dan pasokan barang-barang konsumsi utama. Pemerintah AS telah mengalokasikan miliaran dolar dalam bentuk subsidi untuk meningkatkan produksi chip memori, termasuk di Micron.

Pengusaha Teriak Petaka

Kelompok-kelompok yang menandatangani surat tersebut termasuk Alliance for Automotive Innovation, National Retail Federation, Medical Device Manufacturers Association, The Internet & Television Association, Telecommunications Industry Association, dan lainnya.

"Konsumsi sebagian besar kapasitas chip memori yang tersedia oleh data center AI telah mengakibatkan lonjakan harga chip memori yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berkurangnya pasokan chip ini untuk industri manufaktur dan industri yang berhadapan langsung dengan konsumen," tertera dalam surat itu.

Kelompok-kelompok tersebut menambahkan, "dampak nyata dari tren ini sudah mulai terlihat dan mengancam akan memburuk dengan cepat jika situasi ini tidak diperbaiki."

Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan tidak segera menanggapi permintaan komentar, begitu pula Semiconductor Industry Association.

Reuters melaporkan pada Desember lalu bahwa kekurangan chip memori global yang akut memaksa perusahaan AI dan elektronik konsumen untuk berebut pasokan yang makin menipis, karena harga komponen yang tidak glamor namun penting yang memungkinkan perangkat untuk menyimpan data melonjak.

Kelompok pengusaha AS mengatakan telah melihat kenaikan harga untuk berbagai macam produk elektronik konsumen dan teknologi informasi sehari-hari, biaya yang jauh lebih tinggi untuk membangun, memelihara, dan meningkatkan infrastruktur internet dan telekomunikasi negara kita.

Hal ini berisiko terhadap produksi dan ketersediaan mobil, perangkat medis, dan barang manufaktur lainnya/

Reuters melaporkan pekan ini bahwa pasar smartphone global sedang menuju kontraksi tahunan paling tajam dalam sejarah, dengan pengiriman yang diproyeksikan merosot sebesar 13,9% tahun ini menjadi 1,08 miliar unit, menurut Counterpoint Research, yang menyebutkan memburuknya kekurangan chip memori.

Dampaknya paling terasa pada smartphone kelas bawah karena produsen chip mengalihkan kapasitas produksi ke chip terkait AI, sehingga perangkat kelas bawah menjadi kurang ekonomis untuk diproduksi.

Dampaknya Sudah Terasa di Indonesia

Salah seorang pegawai toko di ITC Kuningan mengatakan tren kenaikan harga sudah terasa sejak Maret hingga April 2026 dan berdampak pada hampir seluruh kategori perangkat elektronik.

"Nanti ke depannya naik lagi, karena ngikutin dolar kita. Bisa dua minggu sekali naiknya, gara-gara dolar sama chipset AI," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (2/6).

Ia menyebut kenaikan harga tidak hanya terjadi pada HP, tetapi juga tablet, laptop, jam tangan pintar hingga kartu memori. Dalam skenario terburuk, harga beberapa produk bahkan bisa melonjak berkali-kali lipat.

"Semua HP, elektronik, bahkan memory card, bisa naik sampai tiga kali lipat. Yang biasa Rp100 sekarang jadi Rp300," katanya.

Menurut dia, kenaikan harga terjadi secara bertahap. Untuk produk kelas menengah seperti seri Redmi, kenaikan biasanya berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Namun, untuk lini flagship, lonjakannya bisa jauh lebih besar.

"Kalau seri flagship Xiaomi, sekali naik bisa Rp500 ribu. Kalau seri-seri biasa paling Rp100 ribu sampai Rp200 ribu," ungkapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pegawai toko lain di ITC Kuningan. Ia mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi pada produk baru, tetapi juga perangkat bekas atau second.

"Iya, pada naik semua. Semua baru juga naik, parah naiknya, mahal-mahal," ujarnya.

Seperti halnya smartphone, Sejumlah penjaga toko yang ditemui CNBC Indonesia di Mal Ambassador, Jakarta Selatan, mengungkapkan laptop yang sebelumnya dijual di kisaran Rp 7 juta hingga Rp 8 juta kini sudah menyentuh Rp 9 juta lebih. Bahkan, mereka memperkirakan kenaikan harga masih akan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.

"Kenaikannya lagi tinggi banget sih. Ini juga dari biasanya 7-8 jutaan sekarang jadi 9 juta. Dan mungkin masih ada kenaikan lagi sampai Agustus lah," kata salah satu pegawai toko laptop di Mal Ambassador.

Fenomena ini membuat laptop murah yang dulu mudah ditemukan kini semakin langka. Jika beberapa bulan lalu konsumen masih bisa mendapatkan laptop merek besar di harga Rp 5 jutaan, saat ini pilihan tersebut nyaris menghilang dari pasaran.

"Januari-Februari masih ada yang Rp 5 jutaan. Sekarang sudah nggak ada. Kalau mau di bawah Rp 5 juta paling merek tertentu seperti Axioo atau Advan. Kalau Lenovo, Asus, HP, yang paling murah sekarang sekitar Rp 7 jutaan," ungkapnya.

Bahkan untuk segmen premium, lonjakan harga juga terjadi. Salah satu seri laptop Asus Zenbook yang sebelumnya dijual sekitar Rp 42 juta kini telah mencapai Rp 47 juta.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|