KPK Ungkap Dugaan Asrul Aziz Taba Beri Uang 406.000 Dolar AS ke Gus Alex

3 hours ago 3

KPK duga Ketum Kesthuri Asrul Aziz beri 406.000 dolar AS ke Gus Alex.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Asrul Aziz Taba memberikan uang sebesar 406.000 dolar AS kepada Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex ketika menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Dugaan ini diungkapkan pada Senin di Gedung Merah Putih KPK oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu.

Asrul Aziz Taba, yang menjabat sebagai Komisaris PT Raudah Eksati Utama dan juga Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Menurut Asep, uang tersebut diberikan kepada Gus Alex karena dianggap sebagai representasi dari Yaqut Cholil.

Yaqut, dalam berbagai kesempatan, selalu menyampaikan bahwa dalam urusan tertentu ia menunjuk Gus Alex. Kasus ini mulai disidik oleh KPK pada 9 Agustus 2025 terkait korupsi kuota haji untuk Indonesia tahun 2023–2024. Pada 9 Januari 2026, KPK mengumumkan Yaqut Cholil Qoumas dan Gus Alex sebagai tersangka.

Penahanan dan Audit Kerugian Negara

Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro penyelenggara haji Maktour, tidak dijadikan tersangka meski sempat dicekal ke luar negeri. Pada 27 Februari 2026, KPK menerima audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang mengungkap kerugian negara sebesar Rp622 miliar akibat kasus ini. Yaqut ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK pada 12 Maret 2026, dan Gus Alex menyusul pada 17 Maret 2026.

Keluarga Yaqut meminta agar penahanan dialihkan menjadi tahanan rumah, yang kemudian dikabulkan pada 19 Maret 2026. Namun, KPK memproses pengalihan penahanan kembali ke rutan pada 23 Maret 2026, dan Yaqut resmi kembali menjadi tahanan Rutan KPK pada 24 Maret 2026.

Pengembangan Kasus

Pada 30 Maret 2026, KPK mengumumkan dua tersangka baru dalam kasus ini, yaitu Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham, dan Asrul Aziz Taba. Pengembangan kasus ini terus berlanjut seiring investigasi yang dilakukan oleh KPK.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|