(Ilustrasi) Kapal tanker Iran ditambatkan di Pulau Kharg, di Teluk Persia, Iran selatan.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) telah mengirim ribuan prajurit menuju Timur Tengah sebagai signal ancang-ancang Washington melancarkan serangan darat dengan menduduki sebuah pulau kecil di Teluk Persia. Presiden AS Donald Trump kepada Financial Times dilansir Independent, Senin (30/3/2026) mengatakan dia ingin "mengambil alih minyak Iran" dan mungkin akan menggunakan tentara Amerika untuk merebut Pulau Kharg.
Pulau Kharg adalah pulau yang saat ini memproses 90 proses minyak Iran untuk diekspor. Pengambilalihan pulau itu oleh AS lewat serangan darat, sama dengan disrupsi besar terhadap perdagangan energi Iran dan tekanan besar terhadap ekonomi Teheran.
Pulau kecil Kharg terletak sekitar 25 kilometer dari lepas pantai utara Iran dan tak jauh dari Selat Hormuz, selat yang kini dikuasai penuh oleh IRGC dalam mengontrol lalu lintas kapal tanker. Namun meski AS mungkin bisa dengan cepat menduduki Pulau Kharg, menurut analis, akibatnya adalah makin meluas dan panjangnya peperangan daripada sebuah kemenangan cepat bagi AS dan Israel.
Menurut laporan CNN, Iran diketahui telah membentengi Pulau Kharg dengan rudal dari permukaan-ke-udara dan menaruh jebakan-jebakan seperti ranjau di perairan yang mengelilingi pulau itu. Seorang mantan komandan di Pusat Komando AS (US Centcom), Joseph Votel, kepada TWZ.com pekan lalu mengatakan, meski cukup dibutuhkan 800 hingga 1.000 tentara untuk menduduki Pulau Kharg, dukungan logistik dalam jumlah besar dibutuhkan agar operasi darat berhasil.
Votel mengatakan, bahwa pasukan AS akan menjadi sangat rentan dan diragukan upayanya merebut pulau itu akan memberikan keuntungan taktikal bagi AS. Itu akan menjadi "sebuah hal yang ganjil dilakukan...Tapi bisa dilakukan jika kita harus melakukannya," kata Votel.
Pasukan AS juga sangat rentan terhadap serangan rudal dan drone sesampainya di Pulau Kharg. Sebagaimana juru bicara parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Ahad (29/3/2026) mengatakan, bahwa Iran siap dan menunggu kedatangan pasukan AS dan "membakar mereka".
"Musuh mengisyaratkan negosiasi di publik, sementara secara rahasia membuat plot sebuah serangan darat," kata Ghalibaf, disiarkan media lokal Iran. Teheran menuduh Trump saat ini menggunakan retorika negosiasi untuk menutupi pergerakan pasukan ke Timur Tengah untuk sebuah seragan darat.
Adapun, sekutu AS di Teluk Persia telah mengingatkan Washington untuk tidak mengirim pasukan ke daratan Iran. Seorang pejabat di negara Teluk kepada Reuters mengatakan, bahwa operasi militer darat bisa memicu serangan balik Iran terhadap infrastuktur sipil dan energi di kawasan.

2 hours ago
3
















































