ILUSTRASI Rasulullah SAW.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Mengkhianati kebenaran setelah mengetahuinya merupakan perbuatan yang memiliki konsekuensi berat. Dalam sebuah hadits shahih, dikisahkan seorang mantan penulis (juru tulis) yang bekerja pada Rasulullah SAW memilih meninggalkan Islam dan menuduh Nabi Muhammad SAW dengan tuduhan dusta. Setelah meninggal dunia, terjadi peristiwa yang membuat banyak orang tercengang, yakni bumi berulang kali menolak jasadnya.
Dikutip dari buku Sa'atan Sa'atan yang ditulis Syekh Mahmud Al-Mishri, dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik, ia berkata, "Ada seorang laki-laki Nasrani, ia masuk Islam. Ia membaca surat Al-Baqarah dan Al-Imran, ia menjadi penulis Rasulullah SAW.
Kemudian lelaki Nashrani tersebut masuk Kristen dan meninggalkan Islam. Lelaki Nashrani tersebut berkata, "Apa yang diketahui (Nabi) Muhammad hanyalah apa yang telah aku tuliskan untuknya."
Kemudian lelaki Nashrani tersebut mati, maka ia pun dikuburkan. Pada pagi harinya, lelaki Nasrani itu ditolak oleh bumi.
Orang-orang berkata, "Ini pasti perbuatan (Nabi) Muhammad dan para sahabatnya. Karena orang ini lari dari mereka, maka mereka menggali lobang kuburnya dan membuangnya."
Maka mereka pun menggali lobang yang dalam, lalu mereka mengubur jasadnya kembali.

1 hour ago
4

















































