Kisah Paskibraka Nasional 2026: Melawan Minder hingga ke Istana

10 hours ago 7

 Melawan Minder hingga ke Istana

76 Paskibraka Nasional 2026 dikukuhkan di Istana Negara. Mereka bercerita tentang seleksi, perjuangan melawan minder, hingga persiapan bertugas. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA— Sebanyak 76 putra-putri terbaik bangsa resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2026 di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8). Di balik kebanggaan mengenakan seragam Paskibraka, para anggota menyimpan cerita panjang tentang seleksi, latihan, hingga perjuangan melawan rasa tidak percaya diri.

Mereka datang dari berbagai provinsi dan daerah di Indonesia untuk mengemban tugas mengibarkan Sang Merah Putih dalam upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Perjalanan menuju Istana Merdeka tidak ditempuh dengan mudah karena para calon Paskibraka harus melewati seleksi berjenjang sebelum akhirnya terpilih di tingkat nasional.

Seleksi Paskibraka Nasional Dilalui Bertahap

Muhammad Furqoen Hakim, perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengungkapkan proses yang dilaluinya cukup panjang. Seleksi dimulai dari tingkat sekolah, kemudian berlanjut ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga verifikasi di tingkat pusat.

"Prosesnya banyak banget, Kak. Yang pertama itu dari proses seleksi sekolah, seleksi kabupaten, provinsi, dan juga verifikasi tingkat pusat kemarin," kata Furqoen sebagaimana keterangan yang diterima, Minggu.

Bagi para peserta, seleksi tersebut bukan hanya menguji kesiapan untuk menjalankan tugas sebagai Paskibraka Nasional. Perjalanan itu juga menjadi proses untuk membangun keberanian dan keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.

Angelica Theona Putri, perwakilan Jawa Timur, mengaku sempat merasa minder ketika melihat peserta lain yang dinilainya lebih baik.

"Saya sendiri kurang percaya diri, sudah minder duluan melihat teman yang lebih baik dari saya, saya kayak ah pasti enggak bisa, ternyata bisa nge-lawan ketidakpercayaan diri itu, berhasil kak," tuturnya.

Melawan Keraguan Diri

Cerita serupa disampaikan Gladys Manuella Aibekob, perwakilan Papua Tengah. Keraguan sempat muncul dalam dirinya, tetapi ia memilih terus berusaha hingga akhirnya berhasil terpilih menjadi Paskibraka Nasional 2026.

"Awalnya saya ragu, namun saya terus berusaha dan mencoba untuk hilangkan rasa ragu itu," katanya.

Bagi Gladys, proses tersebut menunjukkan bahwa perjuangan menjadi anggota Paskibraka Nasional tidak berhenti pada kemampuan mengikuti tahapan seleksi. Tekad untuk terus mencoba juga menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.

Membawa Nama Daerah ke Tingkat Nasional

Keberhasilan terpilih sebagai Paskibraka Nasional juga menjadi kebanggaan bagi daerah asal masing-masing anggota.

Julita Rita Lestari, perwakilan dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, merasakan kebahagiaan tersendiri setelah berhasil membawa nama daerahnya ke tingkat pusat.

"Saya juga bangga, kenapa? Karena akhirnya setelah 15 tahun Kabupaten Kutai Kartanegara tidak mengirimkan untuk ke tingkat pusat, akhirnya setelah dari 26 ini saya bisa terpilih, puji Tuhan sekali Kak," ungkapnya.

Pengalaman Julita menjadi bagian dari cerita para Paskibraka yang tidak hanya membawa kebanggaan pribadi dan keluarga. Mereka juga membawa nama daerah masing-masing ketika menjalankan tugas di tingkat nasional.

Bersiap Mengibarkan Sang Merah Putih

Setelah melewati seleksi dan latihan, perjuangan 76 Paskibraka Nasional 2026 kini memasuki tahap berikutnya. Mereka bersiap melaksanakan tugas dalam upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Persiapan dilakukan dengan menjaga kondisi fisik sekaligus memastikan perlengkapan yang digunakan tetap siap hingga hari pelaksanaan.

Gladys mengatakan dirinya mulai memperhatikan pola makan agar kesehatan tetap terjaga. Ia juga mempersiapkan perlengkapan untuk memastikan penampilan tetap rapi ketika menjalankan tugas.

"Saya mulai jaga makan kak, supaya kesehatan saya tetap terjaga. Terus saya menyiapkan perlengkapan-perlengkapan saya agar tampil rapi dan baik," kata dia.

Hal yang sama dilakukan Ismi Ulfaida, perwakilan Sulawesi Barat yang merupakan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar.

Ismi memilih tetap fokus menjalani latihan sekaligus menjaga kebugaran tubuh dan waktu istirahat menjelang pelaksanaan upacara.

"Tetap fokus latihan, menjaga kesehatan, tidur teratur," ujarnya.

Bagi 76 Paskibraka Nasional 2026, pengukuhan di Istana Negara menjadi penanda penting setelah perjalanan panjang yang mereka lalui. Dari seleksi di daerah, menghadapi keraguan terhadap kemampuan diri, hingga latihan untuk mempersiapkan tugas kenegaraan, seluruh proses tersebut kini mengantarkan mereka pada tanggung jawab mengibarkan Sang Merah Putih pada HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|