Ketika Setan Menganjurkan Baca Ayat Kursi

1 day ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada suatu ketika, Nabi Muhammad SAW menugaskan seorang sahabatnya, Abu Hurairah, untuk menjaga lumbung. Di sanalah Rasulullah SAW menyimpan gandum yang telah dipungut dari para pembayar zakat fitrah.

Seperti biasa, Abu Hurairah patuh, sami'na wa atho'na. Ia pun berjaga di depan lumbung itu dengan penuh kesigapan.

Matahari terbenam. Pada malam hari, Abu Hurairah memergoki ada seorang laki-laki yang berbadan kekar mengendap-endap di sekitar Masjid Nabawi. Dengan cepat, pria misterius itu membuka pintu lumbung.

Langsung saja, Abu Hurairah berteriak dan meringkus si penyusup. Walaupun badannya besar, lelaki yang menyelonong masuk ke lumbung itu toh tidak berdaya disergap sahabat Nabi.

Abu Hurairah kemudian mengikat kaki dan tangan lelaki itu. "Akan kuadukan kau kepada Rasulullah SAW esok pagi!" katanya.

"Duh, kumohon padamu, jangan bawa aku ke hadapan Rasulullah," ujar si penyusup, memelas kepada Abu Hurairah.

Karena merasa kasihan, Abu Hurairah pun melepaskannya. Sebelum pergi, lelaki tersebut diperingatkannya agar berjanji, tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Esok harinya, Abu Hurairah bertemu dengan Nabi SAW. Tidak disangka, Rasulullah SAW terlebih dahulu bertanya kepadanya, “Wahai Abu Hurairah, apa yang kamu lakukan pada orang yang kamu tangkap tadi malam?”

Abu Hurairah pun menceritakan duduk perkara peristiwa semalam kepada beliau. Nabi SAW kemudian berkata, “Awasilah, nanti malam dia akan datang lagi.”

Benar saja. Pada malam berikutnya, si penyusup yang sama datang lagi dan hendak mencuri gandum. Abu Hurairah menangkapnya lagi, tetapi si lelaki misterius kembali merayu sehingga sahabat Nabi tersebut melepaskannya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|