Kata Netanyahu Tangkap WNI Cs di Misi Kemanusiaan Kapal Global Sumud

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu buka suara soal operasi pencegatan dan penangkapan yang dilakukan militernya ke misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di Laut Siprus. Netanyahu mengecam misi terbaru untuk mengirimkan bantuan ke Gaza melalui laut tersebut, menyebutnya rencana jahat.

"Saya percaya Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa... menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk melanggar blokade yang telah kami terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza," menurut pernyataan dari kantornya, Senin waktu setempat, dikutip Selasa (19/5/026) dari AFP.

"Anda melaksanakannya dengan sangat sukses... dan tentu saja dengan jauh lebih sedikit gembar-gembor daripada yang diantisipasi musuh kita," kata Netanyahu.

Kementerian Luar Negeri Israel sudah mengecam konvoi tersebut sebagai provokasi dan berjanji untuk mencegahnya mencapai Gaza.

"Kali ini, dua kelompok Turki yang melakukan kekerasan -- Mavi Marmara dan IHH, yang terakhir ditetapkan sebagai organisasi teroris -- adalah bagian dari provokasi tersebut," katanya di X.

Sementara itu, dalam laporan The Jerussalem Post, Pasukan elite laut Shayetet 13 Israel dilaporkan menaiki kapal-kapal yang tergabung dalam GSF pada Senin waktu setempat. Rekaman yang beredar menunjukkan aktivis dipindahkan ke kapal militer Israel sebelum diarahkan menuju pelabuhan Ashdod.

Disebut pula bahwa Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya telah meminta konvoi tersebut membatalkan perjalanan dan berbalik arah. Namun armada tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza sehingga militer mengambil tindakan intersepsi.

Kapal-kapal yang sudah dipastikan dicegat dan penumpangnya ditahan antara lain Amanda, Barbados, Blue Toys, Cactus, Furleto, Holy Blue. Ada pula Kyriakos, Tenaz, hingga Zio Fatare dan Josef. Ada pula kapal lain yang masih diduga dicegat dan ditahan yakni Jandabar dan Sadabad.

Sembilan WNI yang berlayar yakni Thoudy Badai (jurnalis), Hendro Prasetyo (aktivis kemanusiaan), Andre Prasetyo (jurnalis), Andi Angga (aktivis kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (aktivis kemanusiaan), Herman Budianto (aktivis kemanusiaan), As'ad Aras (aktivis kemanusiaan), Rahendro Herubowo (jurnalis), dan Bambang Nuryono (jurnalis).

"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," ujar Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, saat dihubungi CNBC Indonesia Senin malam.

"Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi," tegasnya.

"Sejak awal Kemlu c.q Dit. PWNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka. Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan," jelas Vadh lagi.

"Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat," ujarnya.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|