Kasus HIV-AIDS Gunungkidul Bertambah, 13 Anak Terpapar

3 hours ago 7

Kasus HIV-AIDS Gunungkidul Bertambah, 13 Anak Terpapar

Foto ilustrasi HIV/Aids. - Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat penambahan 36 kasus HIV/AIDS hingga akhir Mei 2026, sehingga upaya pencegahan dan pengobatan terus diperkuat. Saat ini terdapat 372 pasien HIV/AIDS di Kabupaten Gunungkidul yang rutin menjalani pengobatan, termasuk 13 pasien berusia di bawah 19 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan tambahan kasus tersebut terdiri atas 26 kasus HIV dan 10 kasus AIDS. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menekan laju penularan agar jumlah penderita tidak terus meningkat.

"Kami komitmen untuk penanggulangan agar jumlah kasus tidak bertambah banyak," kata Ismono, Senin (3/8/2026).

Pengobatan Rutin Dilakukan di Rumah Sakit dan Puskesmas

Selain fokus pada pencegahan, Dinas Kesehatan memastikan seluruh pasien tetap mendapatkan akses layanan kesehatan. Hingga kini, 372 pasien HIV/AIDS menjalani pengobatan secara rutin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Layanan pengobatan tersedia di rumah sakit maupun seluruh puskesmas di Gunungkidul karena obat bagi penderita HIV/AIDS telah disiapkan. Menurut Ismono, kepatuhan menjalani terapi menjadi faktor penting agar kondisi kesehatan pasien tetap stabil.

Obat diberikan secara selektif dengan jadwal distribusi satu bulan sekali sehingga pasien wajib menjalani pengobatan secara berkesinambungan.

"Harus rutin minum obat agar tubuhnya tetap terjaga karena penyakit ini menyerang kekebalan tubuh," katanya.

Dinkes Catat 13 Anak Positif HIV/AIDS

Dinas Kesehatan juga mencatat bahwa penderita HIV/AIDS di Gunungkidul tidak hanya berasal dari kelompok usia dewasa. Hingga saat ini terdapat 13 pasien berusia di bawah 19 tahun yang dinyatakan positif HIV/AIDS.

Ismono menjelaskan, sebagian kasus pada anak terjadi akibat penularan dari orang tua. Selain itu, terdapat pula kasus yang berkaitan dengan perilaku seksual berisiko.

"Pemerintah tidak hanya fokus untuk pencegahan, tapi juga berkomitmen memberikan layanan pengobatan bagi para penderita," katanya.

Edukasi Terus Digencarkan untuk Menekan Penularan

Dinas Kesehatan Gunungkidul juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun mengucilkan orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Pendekatan tersebut dinilai penting agar penderita tetap memperoleh dukungan dan bersedia menjalani pengobatan secara rutin.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Yuyun Ika Pratiwi, mengatakan potensi penambahan kasus masih terbuka sehingga langkah pencegahan terus diperkuat.

Menurut dia, perilaku seksual tidak sehat dengan sering berganti pasangan menjadi salah satu faktor risiko penularan HIV. Selain itu, penularan juga dapat terjadi dari ibu kepada anak.

"Kami terus berupaya agar kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bisa ditekan sehingga upaya sosialisasi akan terus digencarkan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|