Ledakan terlihat saat Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan kamp pengungsi Ghaith di daerah Al-Mawasi sebelah barat Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (31/1/2026). Setidaknya 12 orang syahid dalam serangan udara Israel di Gaza.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal, mengecam keras serangan mematikan yang dilancarkan Israel ke Kamp Pengungsi Ghaith, Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, Sabtu (31/1/2026). Serangan tersebut menyebabkan puluhan warga Palestina syahid.
Syamsu Rizal yang akrab disapa Deng Ical menilai serangan itu sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang terang-terangan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.“Ini adalah serangan biadab yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan merusak gencatan senjata. Dunia internasional tidak boleh diam,” tegas Deng Ical.
Ia menyoroti fakta jika serangan tersebut terjadi tak lama setelah deklarasi pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut dia, aksi Israel justru menghancurkan kredibilitas lembaga perdamaian yang baru dibentuk itu.
“Serangan ini merusak gencatan senjata sekaligus mencoreng citra Board of Peace. Israel jelas tidak layak menjadi anggota Dewan Perdamaian,”ujar dia.
Pihaknya menegaskan, Israel harus dikeluarkan dari BoP, karena sebagai negara penjajah yang terus-menerus membunuh rakyat Gaza, Israel tidak pantas duduk dalam forum yang mengatasnamakan perdamaian.
“Jika Israel tetap menjadi anggota BoP, maka organisasi ini hanya akan dijadikan alat untuk melegitimasi pembunuhan warga Gaza dan pengusiran rakyat Palestina dari tanahnya sendiri,”kata dia.

1 month ago
7

















































