REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) telah beroperasi normal tanpa adanya pembatalan pada Kamis (30/4/2026). Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan proses pemulihan layanan terus berjalan dan menunjukkan perkembangan positif.
"Dalam masa penyesuaian operasional, perjalanan kereta api masih berpotensi mengalami sedikit keterlambatan," ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
KAI, lanjut Anne, terus melakukan pengaturan operasional secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kelancaran perjalanan. Ia menyampaikan KAI terus memastikan layanan dapat kembali berjalan dengan baik sekaligus memenuhi hak pelanggan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Dalam proses pemulihan ini, kami memohon pengertian apabila perjalanan masih mengalami keterlambatan. KAI terus berupaya agar layanan kembali berjalan lancar dan hak pelanggan tetap terpenuhi,” sambung Anne.
Sejalan dengan proses penanganan di lapangan, KAI juga menyampaikan perkembangan penanganan barang bawaan pelanggan yang tertinggal. Hingga 30 April 2026 pukul 08.30 WIB, Anne menyampaikan tercatat sebanyak 85 barang ditemukan.
"Dari jumlah tersebut, 38 barang telah diserahkan kepada pemilik, sementara 47 lainnya masih dalam proses penyerahan," ucap Anne.
Anne menyampaikan barang-barang yang ditemukan oleh petugas evakuasi di rangkaian Commuter Line No. 5568A telah diserahkan kepada petugas Passenger Service di Stasiun Bekasi Timur untuk didata dan diamankan. Ia mengimbau para pengguna, keluarga, atau kerabat yang merasa kehilangan barang untuk datang langsung ke Stasiun Bekasi Timur dan menghubungi layanan Lost and Found guna proses pengambilan.
"KAI memastikan setiap tahapan pemulihan dilakukan secara hati-hati dan terukur agar perjalanan kereta api dapat berjalan dengan aman," kata Anne.

6 hours ago
3















































