Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Palembang (PLM 01) bersujud syukur setibanya di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/6/2026). Sebanyak 443 orang haji asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan tiba di tanah air usai menunaikan rangkaian ibadah haji 1447 H.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di antara kebiasaan umat Islam dari berbagai negara, termasuk Muslim Indonesia adalah berkunjung ke kerabat, tetangga, atau kolega yang baru tiba dari tanah suci sekaligus meminta doa.
Hal yang demikian, menurut mantan Mufti Agung Mesir, Syekh Prof Syauqi Allam, merupakan amalan yang dianjurkan dalam syariat Islam.
Pernyataan ini disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan yang diterima oleh Darul Ifta Mesir mengenai hukum meminta doa kepada orang yang baru kembali dari tanah suci, sementara mereka beberapa hari tidak menghadiri shalat berjamaah di masjid.
Penanya menjelaskan, beberapa warga di desanya berangkat menunaikan ibadah haji. Setelah kembali ke kampung halaman, sebagian dari mereka tidak terlihat menghadiri salat berjamaah di masjid selama sekitar satu pekan atau lebih.
Karena khawatir, ia bersama seorang temannya mendatangi rumah para jamaah tersebut untuk memastikan keadaan mereka.
Setelah mengetahui bahwa mereka dalam keadaan sehat, keduanya menanyakan alasan ketidakhadiran mereka di masjid.
Para jamaah itu menjawab bahwa di keluarga mereka terdapat tradisi bahwa seorang haji yang baru pulang dari tanah suci dianjurkan untuk lebih banyak berada di rumah selama sekitar satu pekan. Sebab, banyak orang datang berkunjung untuk meminta doa kepada mereka.
Menanggapi hal tersebut, Syekh Syauqi Allam menjelaskan bahwa menerima tamu dan memenuhi permintaan doa dari masyarakat merupakan hal yang dibolehkan bahkan dianjurkan.

2 weeks ago
21











































