REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menawarkan paket insentif fiskal untuk menarik investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Insentif disiapkan untuk memperkuat daya saing kawasan di tengah perebutan investasi pariwisata global.
Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana mengatakan, KEK Mandalika kini menjadi salah satu kawasan dengan kesiapan investasi paling lengkap di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“KEK Mandalika menawarkan berbagai insentif fiskal yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kepastian investasi, antara lain fasilitas tax holiday untuk kegiatan usaha utama, serta skema pengurangan pajak setelah periode insentif berakhir,” ujar Febrina dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Febrina menambahkan, investor juga mendapat tax allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak, percepatan depresiasi, hingga pengaturan pajak dividen bagi investor asing.
Selain itu, kemudahan pajak tidak langsung turut diberikan, termasuk pembebasan PPN impor barang modal, bea masuk, serta pajak penjualan barang mewah untuk properti di kawasan KEK.
Febrina menjelaskan, KEK Mandalika dibangun sebagai ekosistem investasi siap jalan dengan kombinasi insentif fiskal, kepastian regulasi, dan dukungan infrastruktur.
“Hal ini memberikan confidence bagi investor untuk masuk lebih cepat, lebih efisien, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di kawasan,” kata Febrina.
Kemudahan nonfiskal juga disiapkan, mulai dari layanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan tenaga kerja asing, hingga hak atas tanah yang bankable sampai 80 tahun.
Febrina memaparkan, pengembangan kawasan dibagi dalam sejumlah zona seperti Circuit District, Kuta District, dan area lifestyle and leisure.
Beberapa kawasan unggulan yang ditawarkan antara lain Golf Resort Community seluas 298 hektare, Tanjung Aan Premium Serenity District seluas 146 hektar, serta Eastern Adventure District sekitar 164 hektare.
Dalam pengembangannya, kawasan ini juga mengalokasikan sekitar 30 persen ruang terbuka hijau, termasuk kawasan mangrove seluas 45 hektare.
Febrina mengatakan, performa KEK Mandalika menunjukkan pertumbuhan dengan kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 1,4 juta orang sepanjang 2025.
“Tingkat hunian meningkat signifikan hingga 90 persen–100 persen pada periode penyelenggaraan MotoGP,” kata Febrina.
Ia menambahkan, event internasional seperti GT World Challenge Asia dan Asia Road Racing Championship memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sportstainment.
“Dengan dukungan kebijakan pemerintah, kesiapan kawasan, serta pertumbuhan aktivitas pariwisata yang konsisten, KEK Mandalika semakin mempertegas perannya sebagai Indonesia’s Premier Sportstainment Destination,” kata Febrina.

4 days ago
8














































