Ini Alasan Pemerintah Menaikkan Harga BBM Nonsubsidi

6 hours ago 3

Ini Alasan Pemerintah Menaikkan Harga BBM Nonsubsidi Foto ilustrasi BBM. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di dalam negeri dinilai sebagai dampak langsung dari gejolak harga minyak global. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan penyesuaian ini merupakan konsekuensi dari dinamika pasar internasional, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak dunia tidak terlepas dari ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel. Kondisi tersebut berdampak pada rantai pasok energi global yang kemudian memengaruhi harga BBM di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti harga minyak dunia dan nilai tukar,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah negara di kawasan bahkan telah lebih dulu menaikkan harga BBM dengan besaran yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menjaga agar kebijakan harga tetap transparan, kompetitif, dan tidak menimbulkan distorsi di pasar energi nasional.

Di tengah kenaikan BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Produk seperti Pertalite dan solar subsidi tetap dipertahankan guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak naik dan akan dijaga stabil hingga akhir 2026,” tegasnya.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) telah resmi menyesuaikan harga beberapa produk BBM nonsubsidi sejak 18 April 2026. Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada Dexlite yang kini dibanderol Rp23.600 per liter dari Rp14.200 per liter. Adapun Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter.

Di sisi lain, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) masih bertahan di Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green berada di level Rp12.900 per liter. Untuk BBM subsidi, Pertalite tetap di harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah tekanan global. Selain memastikan pasokan energi tetap aman, kebijakan harga juga diarahkan untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sektor energi nasional.

Dengan situasi global yang masih dinamis, pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung kebijakan yang diambil, sembari terus memantau perkembangan harga energi dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|