Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Hatta Ridho
REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN — Penguatan hilirisasi mineral menjadi langkah strategis untuk memastikan kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional. Pengelolaan kekayaan mineral dari bumi Indonesia dinilai tidak lagi cukup berhenti pada eksplorasi dan produksi bahan mentah, tetapi perlu dikembangkan menjadi industri hilir yang mampu memperkuat kedaulatan ekonomi.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Hatta Ridho mengatakan Indonesia memiliki kekayaan mineral yang besar sehingga pengelolaannya perlu diarahkan pada pengembangan industri hilir. Hilirisasi dinilai dapat mengoptimalkan potensi mineral sekaligus memperluas manfaat ekonomi yang dirasakan di dalam negeri.
“Selama ini kita sering hanya berpikir bahwa Indonesia memproduksi, menggali, kemudian mengirimkan hasilnya. Padahal, yang lebih penting adalah bagaimana melakukan hilirisasi dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” kata Hatta dalam sosialisasi MediaMIND 2026 oleh INALUM di USU Medan, dikutip Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, hilirisasi membuka peluang untuk mengoptimalkan berbagai komoditas mineral strategis. Pengembangan industri berbasis mineral juga dapat memperluas kesempatan kerja dan memperkuat kapasitas industri nasional.
Peran tersebut tercermin dalam ekosistem hilirisasi terintegrasi yang dibangun MIND ID melalui perusahaan anggota grup, mulai dari ANTAM, Bukit Asam, INALUM, hingga TIMAH. Komoditas seperti nikel, aluminium, bauksit, timah, dan emas terus dikembangkan agar menghasilkan manfaat ekonomi yang semakin besar.
Penguatan industri mineral juga membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang memahami posisi strategis SDA dalam pembangunan nasional. Pemahaman tersebut diperlukan agar kekayaan mineral Indonesia dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting dalam menghadirkan gagasan dan perspektif baru terkait pengelolaan SDA dan hilirisasi. Peran tersebut semakin penting seiring kebijakan pemerintah yang terus mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
Melalui kompetisi MediaMIND dengan tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”, mahasiswa didorong menggali gagasan mengenai pengelolaan SDA, hilirisasi, dan kontribusi industri mineral terhadap kedaulatan ekonomi Indonesia. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai peran strategis industri pertambangan nasional.
Hatta menilai keterlibatan anak muda perlu dibangun sejak dini karena mereka akan menjadi bagian dari pemimpin Indonesia di masa depan. Gagasan generasi muda diharapkan ikut mendorong pengelolaan kekayaan alam yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

4 hours ago
6
















































