Gunung Semeru Erupsi Saat Kebakaran Hutan Meluas, Jalur Pendakian Ditutup

5 hours ago 6

Kondisi vegetasi terdampak kebakaran di sekitar Danau Ranukumbolo, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Balai Besar TNBTS mencatat kebakaran tersebut telah berdampak pada sekitar 590 hektare kawasan berdasarkan pembaruan data hingga Ahad (30/8).

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak Mahameru pada Ahad (6/9/2026) pagi. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 07.51 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jawa Timur, Ahad.

Sigit menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Ia merinci kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal menuju ke arah timur.

"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 102 detik," katanya.

Dengan status Siaga tersebut, masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," kata Sigit.

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|