Newswire Minggu, 06 September 2026 09:47 WIB

Gunung Anak Krakatau masih erupsi dan berstatus Level III Siaga. Pangdam XXI/Radin Inten mengimbau warga Lampung tetap tenang dan waspada. /Antara.
Harianjogja.com, BANDAR LAMPUNG— Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengimbau masyarakat Lampung tetap tenang menyikapi peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Gunung yang berada di Selat Sunda tersebut saat ini berstatus Level III atau Siaga, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan tanpa panik. Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan apabila harus beraktivitas di luar agar menggunakan masker," kata Kristomei Sianturi dalam keterangannya di Bandarlampung, Minggu.
Pangdam Minta Warga Ikuti Informasi Resmi
Kristomei meminta masyarakat terus memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mematuhi setiap imbauan yang disampaikan pemerintah. Informasi mengenai kondisi gunung api juga diminta hanya berasal dari instansi berwenang.
Menurut dia, langkah tersebut penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai perkembangan erupsi sekaligus dapat mengambil tindakan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Imbauan tersebut disampaikan seiring aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9).
Erupsi GAK juga disertai semburan lava pijar atau lava fountain. Semburan tersebut diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 100 hingga 400 meter dari puncak kawah.
Kodam XXI/Radin Inten Siagakan Personel
Mengantisipasi kemungkinan dampak erupsi, Kodam XXI/Radin Inten telah menyiagakan seluruh satuan jajaran. Kesiapsiagaan dilakukan dari sisi personel maupun materiil atau sarana pendukung yang dapat digunakan apabila kondisi darurat terjadi.
"Setiap satuan diinstruksikan untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala setiap harinya," ujar Kristomei.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi terkini dapat diketahui secara cepat. Dengan demikian, personel maupun sarana pendukung yang dimiliki Kodam XXI/Radin Inten dapat dikerahkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan dalam penanganan kondisi darurat bencana.
Kristomei menegaskan kesiapsiagaan jajaran TNI dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadapi dinamika situasi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kodam akan terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi sesuai kebutuhan penanganan bencana.
Kolom Abu Gunung Anak Krakatau Capai 14,6 Kilometer
Sementara itu, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung setelah peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9). Selain lava pijar, erupsi juga menghasilkan kolom abu vulkanik yang cukup tinggi.
Berdasarkan data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, kolom abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai sekitar Flight Level (FL) 480. Ketinggian tersebut setara dengan sekitar 14,6 kilometer di atas permukaan laut.
Sebaran abu vulkanik dilaporkan bergerak ke arah barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas. Kondisi tersebut menjadi salah satu perkembangan yang perlu diperhatikan masyarakat maupun pihak terkait dalam memantau dampak aktivitas erupsi GAK.
Pangdam XXI/Radin Inten memastikan pihaknya akan terus memantau dinamika situasi di wilayah Lampung. Kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung tetap dilakukan untuk memberikan rasa aman serta perlindungan maksimal kepada masyarakat apabila sewaktu-waktu diperlukan penanganan kondisi darurat.
Masyarakat pun diminta tidak menyikapi perkembangan erupsi dengan kepanikan. Warga diharapkan mengikuti arahan pemerintah dan informasi resmi dari lembaga berwenang agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































