Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Bandar Lampung Semprot Jalan Protokol

5 hours ago 6

Newswire

Newswire Minggu, 06 September 2026 09:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Bandar Lampung Semprot Jalan Protokol

Pemkot Bandar Lampung menyemprot sejumlah jalan protokol yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Sabtu. /Antara.

Harianjogja.com, BANDAR LAMPUNG— Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak menangani dampak erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol terselimuti abu vulkanik. Pemerintah kota mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) untuk melakukan penyemprotan air di jalan terdampak sejak Sabtu (5/9).

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan penyemprotan dilakukan untuk membasahi debu vulkanik yang menempel di permukaan jalan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi debu yang beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) sudah kami perintahkan untuk melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan protokol,” kata Eva Dwiana di Kota Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).

Menurut Eva, keberadaan debu vulkanik di jalan menjadi perhatian karena dapat mengganggu pengguna jalan. Oleh karena itu, penyemprotan dilakukan sebagai bagian dari penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pemkot Bandar Lampung Kurangi Debu Vulkanik di Jalan

Eva berharap penyemprotan air dapat mengurangi debu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang beterbangan di sejumlah wilayah.

“Diharapkan dengan penyemprotan ini dapat mengurangi debu vulkanik GAK yang beterbangan dan mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan,” katanya.

Selain melakukan penyemprotan, Pemkot Bandar Lampung juga meminta petugas di setiap kecamatan melakukan pendataan wilayah yang terdampak debu vulkanik.

Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui sebaran wilayah yang terkena dampak erupsi. Data yang dikumpulkan nantinya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Pendataan dilakukan guna mengetahui sebaran wilayah yang terkena dampak dan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya,” kata Eva.

BPBD dan Damkarmat Kerahkan Armada

Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung Antoni Irawan mengatakan pihaknya mengerahkan armada bersama BPBD untuk melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan protokol.

Pengerahan armada tersebut dilakukan berdasarkan arahan Wali Kota Bandar Lampung sebagai langkah penanggulangan dampak debu vulkanik yang muncul akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Atas arahan Ibu Wali Kota, kami bersama BPBD melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan protokol. Ini sebagai langkah penanggulangan untuk mengurangi efek debu vulkanik yang beterbangan dan mengganggu masyarakat,” kata Antoni.

Di sisi lain, proses pendataan di tingkat kecamatan masih berlangsung. Petugas terus menghimpun informasi mengenai wilayah yang terdampak debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Antoni mengatakan aparatur di tingkat kecamatan juga diarahkan untuk mengumpulkan informasi mengenai wilayah yang terkena dampak. Informasi tersebut diperlukan agar pemerintah dapat mengambil langkah penanganan secara cepat dan tepat.

“Pamong di kecamatan juga diarahkan untuk melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi wilayah mana saja yang terkena dampak debu vulkanik. Data ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Antoni.

Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau sejak Sabtu (5/9) tersebut membuat pemerintah daerah meningkatkan penanganan di wilayah yang terdampak abu vulkanik. Penyemprotan jalan dan pendataan wilayah menjadi langkah Pemkot Bandar Lampung untuk mengurangi dampak debu terhadap masyarakat serta pengguna jalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|