Dugaan Cemari Sumur, SPPG Trimurti Bantul Mulai Berbenah

2 hours ago 3

Dugaan Cemari Sumur, SPPG Trimurti Bantul Mulai Berbenah Foto ilustrasi dapur MBG yang dikelola SPPG, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, BANTUL—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trimurti di Kapanewon Srandakan, Bantul, mulai melakukan pembenahan menyusul munculnya dugaan pencemaran sumur warga. Langkah ini diambil setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Perbaikan dilakukan berdasarkan hasil diskusi bersama tenaga kesehatan, kepolisian, serta pihak lain yang terlibat dalam pengelolaan fasilitas. Kepala SPPG Trimurti, Muhammad Fauzan, menyebut proses pembenahan sudah berjalan sejak beberapa hari terakhir.

“Perbaikannya itu sudah berjalan sesuai hasil rembukan, kemarin juga ada dari puskesmas dan pihak terkait seperti Polres dan lainnya,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Selain koordinasi eksternal, yayasan pengelola juga melakukan evaluasi internal untuk mencari solusi terbaik. Hasilnya, sejumlah langkah teknis langsung diterapkan, termasuk perbaikan pada sistem air dan instalasi.

“Kami dari yayasan juga sudah mendiskusikan dan hasilnya mulai dijalankan,” kata Fauzan.

Salah satu langkah konkret adalah rencana pembangunan sumur bor bagi warga terdampak. Selain itu, pihak pengelola juga akan memperbaiki instalasi yang diduga berkaitan dengan persoalan tersebut.

“Akan dibuatkan sumur bor untuk warga terdampak, serta perbaikan instalasi juga akan kami lakukan,” jelasnya.

Namun demikian, Fauzan mengaku belum dapat memastikan sumber pasti dugaan pencemaran tersebut. Ia menyebut keterbatasan informasi terkait proses pembangunan awal instalasi menjadi kendala.

“Saya juga belum paham betul bagaimana saat pembangunan awal, tapi dari diskusi kemarin ada kemungkinan ke arah itu,” ungkapnya.

Ia juga menyebut laporan pencemaran sejauh ini baru terjadi pada satu rumah warga. Meski demikian, pembenahan tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak meluas.

Terkait sistem pengolahan limbah, pihak SPPG mengklaim telah menerapkan penyaringan sebelum limbah dialirkan ke sumur resapan. Limbah tersebut disebut tidak digunakan untuk konsumsi.

“Itu sudah melalui proses filter, bukan untuk konsumsi, melainkan ke sumur resapan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bantul meminta seluruh SPPG melakukan pembenahan menyeluruh sebelum beroperasi penuh. Fokus utama diarahkan pada pengelolaan limbah dan standar sanitasi.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang di wilayah lain.
“Pengelolaan SPPG harus diperbaiki, termasuk limbahnya. Harus ada uji air, standar higienitas, sanitasi, hingga SLHS,” tegasnya.

Pemkab Bantul menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh instalasi, termasuk sistem pembuangan limbah, agar memenuhi standar kesehatan lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu mencegah dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|