Dobrak Tembok Diskriminasi, Vera Çelik Jadi Anggota Dewan Berhijab Pertama di Zurich

1 day ago 5

Muslimah berjilbab Anggota Dewan Kota Zurich Vera Çelik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah ketatnya perdebatan mengenai simbol keagamaan di jantung Eropa, sebuah kejutan besar muncul dari bilik suara di Zurich. Bukan politisi senior dengan setelan jas konvensional yang mencuri panggung, melainkan seorang asisten dokter gigi berusia 20 tahun yang berani mendobrak tradisi.

Kemenangannya bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah pernyataan keras bahwa wajah politik Swiss sedang mengalami transformasi besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Bagaimana Vera Çelik bisa menaklukkan ribuan suara di tengah meningkatnya sentimen anti-Muslim? Mari kita ulas perjalanan bersejarahnya.

Kemenangan Vera Çelik dalam pemilihan dewan kota di Zurich menandai tonggak penting bagi representasi politik minoritas dan kebebasan beragama di Swiss. Perempuan berusia 20 tahun keturunan Turki itu menjadi anggota dewan kota pertama di Zurich yang mengenakan jilbab.

Çelik terpilih dari Distrik ke-10 sebagai perwakilan Partai Sosial Demokrat Swiss (SP), dengan raihan 4.772 suara berdasarkan hasil resmi pemilihan pada Ahad. Saat ini, ia juga tengah menjalani pelatihan sebagai asisten dokter gigi, sebagaimana diberitakan Daily Sabah.

Kemenangan Çelik mendapat sorotan luas, baik di Swiss maupun di kalangan diaspora Turki. Banyak pihak melihatnya sebagai simbol kemajuan dalam partisipasi politik kelompok minoritas serta penguatan nilai keberagaman di tingkat lokal.

Dalam aktivitas politiknya, Çelik dikenal vokal mengangkat isu keadilan sosial dan diskriminasi. Ia secara konsisten menentang pembatasan penggunaan jilbab serta mengkritik meningkatnya sentimen anti-Muslim. Di internal partainya, ia turut terlibat dalam perdebatan terkait kesetaraan di tempat kerja, termasuk advokasi yang berujung pada dukungan terhadap hak guru mengenakan jilbab di sekolah.

Selama beberapa tahun terakhir, Çelik juga aktif tampil di media Swiss, menyuarakan perlindungan terhadap perempuan Muslim dari kebijakan dan retorika yang dinilai diskriminatif. Kemenangannya pun disambut hangat komunitas Turki di Zurich sebagai langkah maju menuju representasi yang lebih inklusif.

Duta Besar Turki untuk Bern, Şebnem İncesu, secara langsung mengucapkan selamat kepada Çelik. Ia menyebut kemenangan ini sebagai “hadiah terbaik” menjelang Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret. Ucapan serupa juga disampaikan Konsul Jenderal Turki di Zurich, Fazlı Çorman.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|