Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 masih berada dalam kondisi kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Ia optimistis target penerimaan negara pada tahun ini dapat tercapai seiring dengan meningkatnya realisasi penerimaan hingga menyentuh angka 20 persen.
"Masalahnya belum sampai Mei ya. Kan sebelumnya kita tempuh 16 persen ya. Sekarang udah naik lagi ke 20 persen. Tadi bersama Pak Dirjen melaporkan. Jadi, kelihatannya target tahun ini akan baik. Bea Cukai juga akan bagus juga. Jadi, kita sudah melihat hasil dari proses restrukturisasi di Pajak dan di Bea Cukai. Jadi, akan bagus sekali tahun ini dan tahun ke depannya," kata Purbaya di kawasan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Menurut Purbaya, salah satu faktor utama yang mendorong lompatan angka penerimaan ini adalah implementasi dan peran aktif dari sistem integrasi perpajakan terbaru, yaitu Coretax Administration System.
Sistem Coretax yang dirancang untuk memodernisasi layanan perpajakan dinilai berhasil menyederhanakan proses administrasi, meminimalisir celah kebocoran pendapatan, serta meningkatkan akurasi data wajib pajak secara real-time.
Selain keandalan sistem baru tersebut, kinerja penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan juga mencatatkan performa yang solid. Sinergi antara keandalan sistem Coretax dan tingkat kepatuhan masyarakat dalam melaporkan SPT menjadi mesin utama di balik melesatnya angka penerimaan negara menuju target 20 persen tersebut.
"Kalau Anda lihat Coretax yang dulunya banyak diprotes. Sekarang juga masih ada protes, tapi kan udah sedikit. Tapi kinerja Coretax bisa meningkatkan pendapatan dari Pajak yang kurang cukup signifikan. Karena dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis. Jadi, orang tidak bisa lari," paparnya.
Selain itu, momentum Hari Raya Iduladha juga dinilai ikut memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang berdampak pada penerimaan negara. Kurban menurutnya memiliki potensi ekonomi yang amat signifikan.
"Potensi ekonomi dari kurban bagus. Setiap tahun ada pemerataan untuk orang-orang yang biasanya tidak semuanya bisa makan daging setiap hari. Jadi, ini akan meningkatkan kesehatan mereka. Tapi, yang jelas kan pendapatan pedagang sapi, domba, dan lain-lain meningkat juga. Ini memberi pendapatan juga ke peternak-peternak. Jadi, potensi ini amat baik dan signifikan," paparnya.
(lih/dce)
Addsource on Google

















































