Dinkes DKI Jakarta Rampungkan Investigasi Kasus Keracunan MBG di Cakung, Ungkap Tiga Temuan

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jakarta mengungkap hasil investigasi keracunan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cakung, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil investigasi itu, keracunan terjadi kesalahan penanganan makanan, sanitasi yang tidak optimal, hingga penggunaan bahan pangan. 

Kepala Dinkes Provinsi Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan investigasi menemukan adanya ketidaksesuaian penerapan higiene dan sanitasi. Menurut dia, terdapat ketidaksesuaian penerapan higiene dan sanitasi pada aspek tempat, penjamah pangan, serta penanganan bahan dan peralatan.

"Sehingga meningkatkan risiko terjadinya cemaran terhadap pangan,” kata Ani melalui keterangannya, Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan, hasil laboratorium juga menemukan adanya cemaran mikrobiologi pada pangan siap saji yang dikonsumsi para penerima MBG. Pola hasil laboratorium dan investigasi lapangan menunjukkan kejadian itu kemungkinan besar disebabkan kombinasi beberapa faktor.

Ani menyebutkan, salah satu faktor yang berkontribusi adalah terjadinya time-temperature abuse, yakni makanan matang dibiarkan terlalu lama sebelum dikonsumsi. Alhasil, makanan dikonsumsi melebihi batas aman lebih dari empat jam. 

Selain itu, jenis makanan yang disajikan juga tergolong pangan berisiko tinggi dan mudah rusak, yakni bakmi jawa dan pangsit tahu berkuah. Dinkes juga menemukan dugaan penggunaan bahan pangan yang telah mengalami penurunan mutu, terutama tahu yang diterima dalam kondisi asam sebelum diolah.

"Adanya dugaan penggunaan bahan pangan yang telah mengalami penurunan mutu, khususnya tahu yang diterima dalam kondisi asam," kata dia.

Tak hanya itu, proses pengolahan mie basah disebut tidak melalui tahapan perebusan atau boiling. Proses pengolahan itu diduga tidak mencapai suhu optimal untuk menurunkan jumlah mikroorganisme.

Sebelumnya, sebanyak 252 siswa di wilayah Cakung, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG pada Jumat (8/5/2026). Dari jumlah itu, sebanyak 188 orang melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dan 34 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|