Dijegal Satu Dunia, Amerika Akhirnya Mau Berubah

8 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi Amerika Serikat, Meta, mulai memperketat perlindungan bagi pengguna remaja di Instagram, Facebook, dan Messenger. Kebijakan baru ini diumumkan setelah raksasa media sosial menghadapi tekanan besar di berbagai negara.

Beberapa negara telah memberlakukan pemblokiran akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, termasuk Indonesia dan Australia. Baru-baru ini Malaysia juga baru mengumumkan kebijakan serupa, begitu juga dengan Swedia yang membatasi akses media sosial untuk anak di bawah 15 tahun. Tujuannya adalah melindungi anak di bawah umur dari risiko keamanan di platform online.

Meta mengumumkan perluasan pengaturan konten khusus remaja secara global. Kebijakan tersebut bertujuan membatasi akses pengguna muda terhadap konten yang dianggap tidak sesuai usia sekaligus mengurangi paparan berlebihan terhadap tema tertentu di media sosial.

Pada April lalu, Meta mengakui bahwa tekanan hukum dan regulasi di Amerika Serikat maupun Uni Eropa terkait isu perlindungan anak berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap bisnis dan kinerja keuangannya.

Sebagai bagian dari kebijakan baru tersebut, Meta menjadikan pengaturan konten untuk pengguna usia 13 tahun ke atas sebagai fitur bawaan pada seluruh akun remaja. Sistem ini dirancang untuk menyaring berbagai konten yang dinilai tidak pantas bagi pengguna muda.

Tak hanya itu, Meta juga akan menghadirkan fitur "Limited Content" di Facebook dan Messenger pada tahun ini. Fitur tersebut menawarkan pengalaman yang lebih ketat dengan pembatasan konten yang lebih luas dibandingkan pengaturan standar.

Instagram juga tengah menguji fitur baru yang membatasi remaja melihat terlalu banyak konten dengan tema tertentu dan mendorong tampilan beranda yang lebih seimbang.

"Kami menyadari bahwa beberapa konten, seperti unggahan tentang nutrisi, angkat beban, atau cara mengatasi kecemasan, bisa bermanfaat. Namun, konten tersebut perlu diseimbangkan dengan jenis konten lain dan tidak ditampilkan secara berulang-ulang," kata Metam dikutip dari Reuters, Rabu (3/6/2026).

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|