
Kampung Dolanan Sidowayah, Klaten, Jawa Tengah. - klatenkab.go.id
Harianjogja.com, KLATEN—Ada Kampung Dolanan Sidowayah di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, yang kini menawarkan pengalaman berbeda. Tak hanya menjadi ruang bermain permainan tradisional, destinasi tersebut dilengkapi edukasi sains dan ekologis untuk memberikan pengalaman belajar kepada anak-anak.
Wajah baru itu diperkenalkan melalui peluncuran Kampung Dolanan Sidowayah Bersemi pada Sabtu (22/8/2026). Bersemi merupakan akronim dari berbudaya, eksploratif, rekreatif, sains, ekologis, mandiri inklusif.
Pengembangan Kampung Dolanan Sidowayah menjadi bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Principum Fakultas Hukum UNS yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Sidowayah.
Melalui pengembangan tersebut, Kampung Dolanan Sidowayah mempertemukan budaya, water science, STEAM, wellness tourism, pemberdayaan masyarakat, dan pariwisata berkelanjutan.
Peluncuran Kampung Dolanan Sidowayah Bersemi dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Rektor UNS Prof. Hartono, Wakil Rektor UNS Prof. Dody Ariawan, dan lainnya.
Selain peluncuran Kampung Dolanan Sidowayah Bersemi, kegiatan tersebut diisi dengan peresmian Ruang Bersama Indonesia (RBI) Klaten serta kick-off kerja sama penguatan RBI Klaten antara Kementerian PPPA, PT Mustika Ratu, serta UNS.
Penguatan Karakter
Selain meresmikan Kampung Dolanan Sidowayah Bersemi, Arifah menjelaskan ada pengembangan Kampung Pancasila serta pembentukan forum anak di tingkat desa dan kecamatan.
Peluncuran Kampung Dolanan Sidowayah Bersemi menjadi kerja kolaboratif sebagai upaya penguatan karakter melalui jalur budaya.
“Jadi permainan tradisional itu salah satu peninggalan budaya yang harus diperkuat, yang harus diperkenalkan kepada anak-anak. Karena anak-anak sekarang enggak bisa hanya diminta membatasi penggunaan gadget. Mereka harus diberi solusi atau alternatif, ya, permainan tradisional,” kata Arifah.
Permainan tradisional, lanjut Arifah, memiliki nilai filosofi tinggi. Di balik permainan tradisional, banyak nilai karakter yang bisa ditanamkan, mulai dari kerja sama, sportif, sabar, saling menghargai, dan lain-lain.
“Sebenarnya permainan tradisional ini sedang menjalankan atau merealisasikan nilai-nilai Pancasila,” ungkap Arifah.
Wahana Edukasi
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berharap kolaborasi antara Pemdes Sidowayah dengan UNS dan pihak swasta membuat daya tarik yang ada di Kampung Dolanan Sidowayah kian lengkap.
Kampung Dolanan Sidowayah diharapkan tidak hanya menjadi wahana pengenalan permainan tradisional, tetapi juga tempat belajar untuk membentuk karakter anak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
“Insyaallah ini akan menjadikan generasi yang tangguh,” kata dia.
Kepala Desa (Kades) Sidowayah Mujahid Jaryanto menjelaskan Kampung Dolanan Sidowayah sudah ada sejak 2016 dan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Destinasi wisata edukasi itu kemudian direnovasi dan ditampilkan dengan wajah baru melalui kolaborasi bersama.
“Ini semakin banyak edukasi-edukasi yang dihadirkan. Selain permainan tradisional, ada edukasi tentang siklus air, bagaimana penjernihan air, dan lain-lain. Sehingga anak-anak tidak hanya bermain gadget, tetapi mereka mengenal permainan tradisional sekaligus ada nilai sains di dalamnya,” kata Mujahid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































