Di Kebaktian Pentagon, Menhan AS Serukan Kekerasan Ekstrem

7 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyerukan “tindakan kekerasan yang luar biasa” dalam kebaktian bulanan Kristen yang diadakan di Pentagon, kemarin. Terkait serangan AS ke Iran, ia berdoa agar ‘Tuhan’ tak memberikan ampun terhadap mereka yang “tidak pantas menerima belas kasihan” 

Dilansir USA Today, ini ia sampaikan sehari setelah ia mengumumkan perubahan besar pada korps pendeta militer. Berbicara kepada pegawai militer dan sipil pada kebaktian yang disiarkan langsung tersebut, Hegseth mengutip Injil dan membacakan doa yang menurutnya pertama kali diucapkan oleh seorang pendeta militer selama operasi AS di masa lalu. 

Doa tersebut memohon kepada Tuhan untuk "membiarkan setiap tembakan peluru menemukan sasarannya melawan musuh-musuh kebenaran dan bangsa kita yang besar." 

“Beri mereka kebijaksanaan dalam setiap keputusan, ketahanan menghadapi cobaan yang akan datang, persatuan yang tidak dapat dipatahkan, dan tindakan kekerasan yang luar biasa terhadap mereka yang tidak pantas menerima belas kasihan,” kata Hegseth. Ia juga meminta Tuhan untuk “mematahkan gigi orang fasik.”

Pada 23 Maret, kelompok advokasi American United for Separation of Church and State (Amerika Bersatu untuk Pemisahan Gereja dan Negara) mengajukan tuntutan hukum yang menentang ibadah Kristen di Pentagon, menurut Military.com. Alasannya, ibadah tersebut melanggar batasan konstitusional mengenai dukungan pemerintah terhadap agama meskipun dianggap bersifat sukarela. 

“Bahkan jika kebaktian ini dilakukan secara sukarela, ada tekanan pada pegawai federal untuk hadir untuk menenangkan atasan mereka,” kata Presiden dan CEO American United Rachel Laser dalam sebuah pernyataan yang dibagikan kepada outlet tersebut.

Awal pekan ini, Hegseth mengumumkan bahwa para pendeta militer akan memperlihatkan lambang keagamaan mereka disamping pangkat mereka sebagai perwira. Mereka “akan terlihat di antara jajaran tertinggi karena panggilan ilahi mereka,” kata Hegseth dalam sebuah video yang diposting ke X.

Perubahan tersebut mencerminkan upaya Hegseth yang lebih luas untuk menanamkan sentimen keagamaan yang lebih eksplisit kepada pendeta, dan militer secara lebih luas. 

Doa Hegseth juga dipanjatkan beberapa minggu setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari di tengah pembicaraan mengenai program nuklir.

Perang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, menewaskan ribuan orang dan memukul perekonomian global dengan melonjaknya harga energi, sehingga memicu kekhawatiran inflasi global.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|