BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip

2 hours ago 2

BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip

Foto ilustrasi sinkhole dibuat dengan artificial intelleigence.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul menggandeng tim akademisi dari Universitas Diponegoro untuk mengkaji fenomena sinkhole atau tanah ambles di lahan pertanian Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo. Kajian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi sekaligus mencari langkah penanganan agar kerusakan tidak semakin meluas.

Fenomena sinkhole di kawasan Banagung, Kalurahan Tileng, sebelumnya membuat warga resah karena diameter lubang terus membesar dan memunculkan rekahan tanah di sekitar lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan kajian lapangan telah dilakukan bersama tim dari Fakultas Geofisika Universitas Diponegoro pada Sabtu (9/5/2026).

“Kami libatkan akademisi dari Fakultas Geofisika, Universitas Diponegoro, Semarang. Kajian lapangan sudah dilaksanakan Sabtu [9/5],” kata Purwono kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Menurut dia, hasil lengkap penelitian masih menunggu analisis dari tim ahli Undip. Kajian tersebut mencakup pemeriksaan struktur geologi, kondisi tanah, hingga potensi sinkhole di kawasan tersebut.

“Untuk hasil kajian secara menyeluruh, kami masih menunggu tim dari Undip yang melakukan penelitian,” katanya.

Purwono menjelaskan, fenomena sinkhole di Banagung bukan kejadian pertama. Dalam kurun sekitar 10 tahun terakhir, BPBD mencatat sedikitnya sudah terjadi tiga peristiwa serupa di kawasan tersebut.

“Untuk sekarang posisinya berjarak sekitar 300 meter dari perumahan warga,” katanya.

Sebelumnya, warga Kalurahan Tileng mengaku khawatir dengan kondisi tanah ambles yang terus melebar di area pertanian milik warga.

Anggota Tagana Kalurahan Tileng, Ngatijan, mengatakan sinkhole mulai muncul setelah hujan deras pada 4 Maret 2026.

Saat pertama kali muncul, diameter lubang diperkirakan hanya sekitar dua meter dengan kedalaman dua meter. Namun, kondisi tersebut terus berkembang hingga diameter lubang mencapai sekitar 10 meter dengan kedalaman sekitar empat meter.

“Warga was-was untuk beraktivitas di sekitar lokasi sinkhole,” katanya, Minggu (3/5/2026).

Menurut Ngatijan, kekhawatiran warga semakin besar karena selain lubang yang terus melebar, muncul pula rekahan tanah di sekitar area sinkhole.

“Lokasinya tidak jauh dari balai kalurahan karena letaknya masih dalam satu kawasan, meski titiknya berada di lahan pertanian,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun karena kondisi tanah masih berpotensi bergerak.

“Kerusakan masih bisa bertambah lebar kalau masih terkena air hujan. Temuan sinkhole juga sudah dilaporkan ke BPBD Gunungkidul,” imbuh Ngatijan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|