Foto udara kondisi lahan pertanian dan rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (25/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan potensi cuaca ekstrem masih bakal terjadi di wilayah Bandung Raya pada Februari 2026 ini. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana longsor, banjir, dan angin kencang.
"Mempertimbangkan peningkatan potensi hujan dalam waktu mendatang, BMKG mengimbau masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem," ucap Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu, Senin (2/2/2026).
Ia menuturkan, potensi cuaca ekstrem dapat memicu longsor, banjir hingga angin kencang. Teguh mengimbau masyarakat mengecek dan membersihkan saluran drainase agar tidak tersumbat.
Ia menambahkan telah terjadi 97 kali gempa bumi di wilayah Jawa Barat yang tercatat sepanjang bulan Januari tahun 2026. Aktivitas magnitudo bervariasi mulai dari dangkal, menengah hingga dalam.
"Gempa bumi terbesar yang tercatat adalah magnitudo 3.8 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1.3," kata dia.
Ia melanjutkan, gempa bumi yang dirasakan sebanyak dua kali di Kabupaten Sumedang dan Kota Bandung. Teguh menambahkan pihaknya juga mencatat 225.739 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode Bulan Januari 2026.
Aktivitas sambaran petir sepanjang periode tersebut menunjukkan pada tanggal 29 Januari 2026 merupakan aktivitas tertinggi petir sebanyak 43.525 kejadian. Sedangkan aktivitas petir terendah pada tanggal 25 Januari 2026 sebanyak 2 kejadian.
"BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ungkap dia.

1 month ago
8

















































