BMKG Pastikan Sebaran Abu Anak Krakatau Saat Ini tak Mengarah ke Jakarta

1 hour ago 2

Petugas gabungan melakukan penyemprotan atau operasi water mist di beberapa ruas jalan di Jakarta, Selasa (8/8/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan operasi water mist secara berkala untuk mengatasi sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Penyemprotan tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi debu dan partikel yang menempel di permukaan jalan dan udara. Selain itu, Pemprov juga melakukan pemantauan kualitas udara serta mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini tidak mengarah ke Jakarta. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sains dan Teknologi BMKG Guswanto.

Sekretaris Utama (Sestama) BMKG Guswanto menjelaskan pemantauan BMKG terhadap erupsi gunung api dilakukan dari sisi dampak dan pergerakan abu vulkanik di atmosfer. Sementara pemantauan aktivitas erupsi merupakan kewenangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Jadi begini untuk terkait erupsi itu teman-teman PVMBG sudah menyampaikan. Sedangkan BMKG itu memiliki tugas bagaimana dampak daripada abu vulkanik itu sebarannya seperti apa," kata Guswanto di kompleks parlemen Senayan, Selasa (8/9/2026).

Pihaknya menjelaskan beberapa hari sebelumnya BMKG mendeteksi terdapat dua kelompok atau klaster pergerakan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau. "Kalau beberapa hari yang lalu kemarin ya itu kita melihat ada dua kelompok klaster untuk sebaran abu vulkanik. Di ketinggian 50.000 feet itu pergerakannya ke arah barat," katanya.

Sementara itu, abu vulkanik pada ketinggian 12 ribu hingga 15 ribu kaki bergerak ke arah timur. Pergerakan tersebut berdampak terhadap sejumlah bandara.

"Sedangkan di ketinggian 12 sampai 15.000 feet itu ada pergerakannya ke timur. Nah, ke timur inilah yang menyebabkan terganggunya beberapa bandara terkait abu vulkanik," kata Guswanto.

Terkait erupsi Anak Krakatau yang kembali terjadi pada hari ini, Guswanto mengatakan abu vulkanik yang keluar saat ini tidak terpantau mengarah ke Jakarta.

"Nah, hari ini itu juga meletus. Tetapi barangkali abu yang keluar sudah tidak ada lagi, sehingga kalau kita lihat daripada signification meteorologi arahnya itu tidak sampai ke Jakarta," katanya.

Di sisi lain, pihaknya memprediksi bahwa sejauh ini arah angin akan bertiup ke arah barat. Hal tersebut dipengaruhi oleh angin timuran yang bertiup dari arah Australia ke Asia.

"Artinya angin dari benua Australia itu bertiup menuju Asia. Jadi kalau meletusnya erupsi di Krakatau harusnya ke wilayah barat ataupun naik sedikit ke utara gitu kan. Namun kita bahwa atmosfer itu sangat komplek. Jadi perlapisan kami punya," katanya mengakhiri.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|