BGN DIY Pecat Pegawai SPPG Bantul yang Ejek Korban Keracunan MBG

5 hours ago 3

BGN DIY Pecat Pegawai SPPG Bantul yang Ejek Korban Keracunan MBG

Gerard, karyawan SPPG di Bantul dipecat akibat membuat konten diduga menyindir korban keracunan MBG. /Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Gizi Nasional (BGN) Regional DIY mengambil langkah pemberhentian terhadap seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul setelah pernyataannya yang diduga mengejek korban keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial (Medsos).

Dalam video yang beredar, seorang laki-laki mengejek korban keracunan yang mengalami hilang ingatan di Karo, Sumatera Utara. Pernyataan tersebut dinilai tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang terdampak kejadian keamanan pangan di wilayah lain.

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, mengatakan keputusan pemberhentian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran dalam penyelenggaraan Program MBG.

Dia menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan.

"Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi," ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (20/9/2026).

BGN DIY Ingatkan Etika Personel SPPG

Gagat mengatakan setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Ketika terdapat masyarakat atau penerima manfaat yang diduga terdampak, seluruh jajaran harus mengedepankan rasa kemanusiaan, empati, serta sikap saling menghormati.

Menurutnya, kejadian keamanan pangan tidak seharusnya dijadikan bahan candaan ataupun olok-olok.

Gagat juga mengingatkan seluruh jajaran SPPG agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik. Setiap pernyataan yang disampaikan personel SPPG, menurut dia, dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.

"Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita," jelasnya.

Perbaiki Diri dan Tingkatkan Kualitas Layanan

Gagat mengarahkan seluruh jajaran BGN Regional DIY agar tidak terjebak dalam polemik. Persoalan tersebut diminta dijadikan momentum untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurutnya, perhatian masyarakat terhadap Program MBG saat ini semakin besar. Karena itu, seluruh SPPG harus menjawab perhatian tersebut melalui kinerja, kedisiplinan, keamanan pangan, kualitas makanan, pelayanan, dan komunikasi yang baik.

"Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP), perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat," ujarnya.

Dia menjelaskan BGN secara nasional juga terus memperkuat tata kelola SPPG. Kepatuhan terhadap SOP menjadi perhatian utama dalam menjaga keamanan pangan.

BGN, kata dia, juga telah mengambil langkah tegas terhadap SPPG maupun personel ketika ditemukan persoalan yang memerlukan penindakan, termasuk suspend operasional dan pencopotan kepala SPPG dalam kasus tertentu.

Jadi Pembelajaran Seluruh Jajaran SPPG

Lebih lanjut, Gagat mengatakan kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bersama dan bukan sekadar persoalan terhadap individu.

Seluruh unsur SPPG, mulai dari Korwil, Korcam, Kepala SPPG, Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan, hingga seluruh personel, diminta menjaga integritas, profesionalitas, etika, serta komunikasi dalam menjalankan tugas.

"Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Mari kita jadikan ini pelajaran. Bekerja dengan benar, berkomunikasi dengan baik, dan tetap memiliki empati. Kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk merendahkan pihak lain," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|