Berbasis Hotel Simulasi Embarkasi Haji Kulonprogo Dimatangkan

2 hours ago 1

Berbasis Hotel Simulasi Embarkasi Haji Kulonprogo Dimatangkan Para calon jemaah haji melakoni simulasi kedua embarkasi haji berbasis hotel saat tahapan di Bandara YIA, Kamis (4/2 - 2026). / ist

Harianjogja.com, KULONPROGO—Simulasi embarkasi haji Kulonprogo kembali digelar sebagai persiapan pemberangkatan haji 2026 melalui Yogyakarta International Airport (YIA) dengan konsep berbasis hotel yang diklaim pertama di Indonesia. Uji coba kedua ini berlangsung Kamis (5/2/2026) dengan melibatkan fasilitas Hotel Ibis–Novotel serta operasional di YIA guna menyempurnakan alur pelayanan sebelum keberangkatan perdana musim haji 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono, menyampaikan bahwa simulasi kedua dilakukan dengan memperhatikan evaluasi dari simulasi pertama pada 13 Desember 2025. Ia menilai embarkasi haji Kulonprogo menjadi momentum penting karena berpotensi menjadi model nasional.

"Ini pengalaman menarik karena di Indonesia belum ada embarkasi haji berbasis hotel seperti di Kulonprogo. Jika pelaksanaannya sukses akan menjadi pola baru di Kementerian Haji dan Umroh bahwa embarkasi tidak harus membangun asrama melainkan bisa memanfaatkan fasilitas hotel sekitar bandara," ucapnya kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

Sementara itu, General Manager Bandara YIA, Ruly Artha, menjelaskan simulasi embarkasi haji Kulonprogo menjadi langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus jemaah sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi. Bandara YIA diproyeksikan melayani 9.320 jemaah haji yang terbagi dalam 26 kelompok terbang (kloter).

"Terbagi ke 26 kloter meliputi Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung dan seluruh DIY," ujarnya.

Ruly menuturkan, simulasi kedua difokuskan pada integrasi pelayanan antara pengelola bandara dan instansi terkait, khususnya pada tahapan pemeriksaan dokumen hingga proses boarding ke pesawat. Petugas dari Imigrasi, Bea Cukai, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Yogyakarta, serta maskapai dilibatkan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan terpadu.

"Simulasi ini sangat krusial untuk mengidentifikasi potensi kendala dan memastikan seluruh petugas yang terlibat di Bandara YIA bekerja secara terpadu dan efisien. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan nyaman," lanjut Ruly.

Ia menambahkan, penekanan dalam simulasi embarkasi haji Kulonprogo kali ini terletak pada aspek ketepatan waktu dengan mengukur rata-rata durasi pergerakan jemaah dari titik drop off hingga masuk ke pesawat. Seluruh alur dijalankan secara detail, mulai dari kedatangan bus jemaah haji di area Hotel Ibis–Novotel hingga tahapan akhir di YIA.

"Dalam simulasi ini seluruh alur dilewati secara detail mulai dari kedatangan bus jemaah haji di area Hotel Ibis-Novotel hingga tahapan di Bandara YIA," jelas Ruly.

Pemantapan simulasi embarkasi haji Kulonprogo ini menjadi bagian dari kesiapan YIA melayani 9.320 jemaah haji pada musim haji 2026, sekaligus menguji efektivitas konsep embarkasi berbasis hotel yang berpotensi diterapkan lebih luas di tingkat nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|