Petani memanen kelapa sawit di lahan garapan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama mewujudkan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi), Tungkot Sipayung, mengatakan, pengembangan SDM harus mampu menjawab berbagai tantangan industri kelapa sawit yang semakin kompleks.
Menurut dia, pengembangan SDM juga harus berperan aktif dalam menciptakan sistem industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Tungkot menjelaskan, pengembangan SDM kelapa sawit perlu mencakup aspek kualitas, keragaman keterampilan, serta ketersediaan tenaga kerja yang memadai.
"Selain meningkatkan kualitas SDM saat ini, pengembangan tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan industri kelapa sawit pada masa mendatang," katanya di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Menurut Tungkot, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memiliki peran strategis dalam pengembangan SDM melalui penyediaan beasiswa sarjana untuk anak-anak petani sawit dengan berbagai bidang keahlian. Pengembangan SDM sawit dikelola oleh BPDP bersama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
"Sejak awal berdiri BPDP telah mempersiapkan SDM industri sawit melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak-anak petani sawit. Program ini merupakan suatu reinvestasi dana pungutan ekspor," ujar Tungkot.
Dia pun mendorong BPDP untuk memperluas program pengembangan SDM kelapa sawit untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks. Berdasarkan data 2025, sebanyak 13.265 peserta telah memperoleh beasiswa untuk pengembangan SDM industri sawit di berbagai perguruan tinggi.

6 days ago
12














































