Kepadatan lalu lintas di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Ahad (28/12/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Kota Bandung masih dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia berdasarkan survei Tomtom Traffic Index tahun 2025. Tingkat kemacetan di Kota Bandung mencapai angka 64,10 persen, sedangkan berkendara sepanjang 10 kilometer membutuhkan waktu 32 menit 26 detik.
Menanggapi itu, Wali Kota Bandung M Farhan mengatakan, hasil survei yang menunjukkan Kota Bandung termacet se-Indonesia pada 2025 merupakan tantangan untuk diselesaikan. Ia menuturkan, penanganan masalah lalu lintas di Kota Bandung belum tuntas.
"Untuk kita menunjukkan bahwa penanganan masalah lalu lintas di Kota Bandung ini masih memang belum tuntas," ucap dia di Masjid Cipaganti Kota Bandung, Jumat (23/1/2026).
Ia menuturkan, langkah yang dilakukan untuk menurunkan angka kemacetan yaitu dengan memperbaiki semua infrastruktur jalan. Selanjutnya, memperbaiki dan menyempurnakan sistem traffic lights.
"Kita sudah saatnya mengaplikasikan teknologi AI untuk pengaturan dari traffic lights di seluruh Kota Bandung," kata dia.
Terkait transportasi publik, ia mengaku pekan depan akan rapat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat membahas Trans Metro Padjajaran.
Selain itu, pihaknya bakal mengkaji ulang terhadap keberadaan angkot dan trayek angkot di Kota Bandung yang akan menjadi feeder untuk Bus Rapid Transit (BRT). Selain itu, pihaknya tengah menanyakan kepada Ditjen Perkeretaapian mengenai rencana membangun LRT jalur utara ke selatan.
Sedangkan BRT untuk dari wilayah timur ke barat. Ia berharap kedua program tersebut berjalan dengan baik.

1 month ago
17














































