Bandung Dihantui Ancaman Gempa Besar Sesar Lembang, Ini Titiknya

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Bandung Raya berada di bawah bayang-bayang ancaman gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 hingga 7 yang dipicu oleh aktivitas Sesar Lembang. Patahan aktif sepanjang kurang lebih 29 km di sisi utara Bandung ini terus menjadi fokus perhatian para pakar geologi lantaran letaknya yang bersinggungan langsung dengan area pemukiman padat.

Badan Geologi Kementerian ESDM memaparkan peringatan tersebut dalam sebuah diskusi daring yang mengupas tuntas karakteristik geologi dan geofisika Sesar Lembang sejak Maret. Melalui riset terbaru, otoritas terkait berupaya memetakan struktur patahan secara mendalam guna menyusun strategi mitigasi bencana yang lebih efektif bagi penduduk di sekitar wilayah terdampak.

Kepala Pusat Survei Geologi Badan Geologi, Edy Slameto sempat mengatakan, pihaknya telah melakukan survei geologi dan geofisika terpadu pada akhir 2025 untuk mempelajari lebih dalam karakter Sesar Lembang. Penelitian ini menggabungkan berbagai metode, mulai dari penginderaan jauh, survei lapangan hingga analisis kondisi bawah permukaan.

Dikutip Jumat (15/5/2026), survei tersebut menggunakan berbagai metode geofisika, seperti Ground Penetrating Radar (GPR), geolistrik, geomagnetik detail, hingga metode geofisika dalam seperti gravity dan pemantauan gempa mikro. Pendekatan ini dilakukan untuk memetakan struktur patahan secara lebih akurat.

Dari hasil kajian tersebut, Badan Geologi membagi Sesar Lembang menjadi tiga segmen utama, yaitu segmen barat, segmen tengah, dan segmen timur. Segmen barat memiliki karakter patahan yang relatif tegak di permukaan, namun pada kedalaman yang lebih besar cenderung miring ke arah selatan sementara itu, segmen tengah menunjukkan struktur patahan yang juga tegak tetapi memiliki karakter geologi yang berbeda dibandingkan segmen barat.

Adapun pada segmen timur ditemukan pola yang lebih kompleks. Data menunjukkan kemungkinan adanya dua pola kemiringan patahan, yakni miring ke arah utara di dekat permukaan, namun menjadi lebih tegak pada kedalaman yang lebih dalam.

Para peneliti juga menyoroti bahwa risiko gempa di wilayah Sesar Lembang tidak hanya berasal dari guncangan utama, tetapi juga bahaya ikutan seperti gerakan tanah dan retakan permukaan. Kondisi tersebut dinilai mirip dengan situasi di sekitar Sesar Cugenang yang memicu gempa Cianjur pada 2022. Daerah tersebut memiliki kesamaan kondisi geologi, yakni tersusun dari material rombakan gunung api muda yang relatif rapuh.

Selain faktor geologi, kerentanan bangunan yang tidak tahan gempa serta minimnya mitigasi juga dapat memperbesar dampak bencana jika gempa terjadi. Oleh sebab itu, Badan Geologi menilai perlu upaya serius dalam pengurangan risiko bencana di kawasan sekitar Sesar Lembang, terutama melalui peningkatan mitigasi gempa dan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya geologi di wilayah Bandung Raya.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|