Banding Ditolak! Tribun Utara dan Selatan Ditutup Empat Laga

6 hours ago 3

Banding Ditolak! Tribun Utara dan Selatan Ditutup Empat Laga PSS Sleman. - Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman dipastikan harus menjalani sanksi penutupan Tribun Utara dan Tribun Selatan Stadion Maguwoharjo selama empat laga kandang setelah Komite Banding PSSI menolak seluruh permohonan banding klub. Keputusan ini berdampak langsung pada pelaksanaan pertandingan kandang Laskar Sembada di kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.

Putusan tersebut tertuang dalam Keputusan Komite Banding PSSI Nomor: 001/KEP/KB/PEGADAIAN-CHAMPIONSHIP/II/2026 yang diterbitkan pada Senin (9/2/2026). Komite Banding PSSI menguatkan sanksi disiplin yang sebelumnya dijatuhkan Komite Disiplin PSSI menyusul insiden tingkah laku buruk penonton saat laga PSS Sleman melawan PS Barito Putera di Stadion Maguwoharjo pada akhir Januari lalu.

Dalam putusan banding tersebut, Komite Banding PSSI menguatkan Keputusan Komite Disiplin PSSI Nomor 153/L2/SK/KD-PSSI/II/2026 dengan penyesuaian kualifikasi pelanggaran. Dengan demikian, sanksi yang dijatuhkan dinyatakan berkekuatan hukum tetap dan wajib dijalankan oleh PSS Sleman.

Adapun bentuk sanksi yang harus dijalani PSS Sleman meliputi penutupan Tribun Utara dan Tribun Selatan Stadion Maguwoharjo selama empat pertandingan kandang berturut-turut. Meski demikian, laga kandang tetap dapat dihadiri penonton di tribun lain dengan sejumlah ketentuan tambahan.

Selain penutupan tribun, PSS Sleman juga dikenai denda administratif sebesar Rp60 juta. Nilai denda tersebut merupakan hasil penyesuaian dalam putusan banding dan wajib dipenuhi oleh manajemen klub sesuai regulasi yang berlaku.

Selama masa sanksi, penonton yang hadir di stadion juga dilarang mengenakan atau membawa atribut identitas PSS Sleman dalam bentuk apa pun. Aturan ini diberlakukan untuk seluruh tribun yang masih dibuka dan akan diawasi secara ketat oleh perangkat pertandingan.

Menanggapi putusan tersebut, Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, menyatakan manajemen klub memilih untuk menghormati dan mematuhi keputusan federasi.

“PSS Sleman menghormati, mematuhi, dan akan melaksanakan seluruh ketentuan dalam putusan banding tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegas Vita Subiyakti dalam keterangan resminya dikutip dari laman resmi klub.

Manajemen PSS Sleman berharap sanksi ini menjadi momentum evaluasi bersama agar insiden serupa tidak terulang kembali. Klub juga mengajak seluruh elemen suporter untuk menjaga kondusivitas pertandingan demi kelancaran kompetisi dan nama baik PSS Sleman ke depan.

“Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen perbaikan berkelanjutan, PSS Sleman mengajak seluruh penonton dan elemen suporter untuk saling menjaga kondusivitas pertandingan, tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, serta terus menjunjung tinggi sportivitas demi keberlangsungan kompetisi dan nama baik klub yang kita cintai bersama,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|