Ancaman Zaman Batu Donald Trump Dibalas Telak Iran

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melayangkan ancaman kepada Iran. Kali ini, dirinya mengancam akan membuat Iran kembali ke zaman batu. Iran membalas ancaman tersebut mengatakan akan menyerang AS dan Israel lebih keras.

Awalnya, Trump memberikan sinyal akan ada serangan baru ke wilayah Iran. Dirinya menyebutkan serangan akan terjadi dua hingga tiga pekan ke depan.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan," ujar Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Jumat (3/4/2026).

Trump pun mengatakan bahwa serangan tersebut akan membawa Iran kembali ke zaman batu. Frasa tersebut pertama kali digunakannya terkait perang dengan Iran. Trump mengklaim pergantian rezim Iran bukan tujuan perang.

"Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada," ujarnya.

"Perubahan rezim bukanlah tujuan kita. Kita tidak pernah mengatakan perubahan rezim, tetapi perubahan rezim telah terjadi karena kematian semua pemimpin asli mereka. Mereka semua sudah mati," tambah Trump.

Ancaman Trump direspons oleh militer Iran. Dalam pernyataannya, Iran bersumpah akan melakukan serangan yang lebih menghancurkan AS dan Israel.

"Dengan keyakinan pada Tuhan Yang Maha Kuasa, perang ini akan berlanjut hingga kalian dipermalukan, dihina, dan menyesalinya secara permanen dan pasti, dan menyerah," kata komando operasi militer Iran, Khatam Al-Anbiya, dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Kamis (2/4/2026).

Dia mengatakan Iran akan melakukan serangan balasan yang lebih luas. Dia menyebut serangan balasan itu bersifat destruktif.

"Nantikan tindakan kami yang lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih destruktif," tegas pernyataan tersebut.

Seperti yang diketahui, Trump telah berulang kali menyampaikan keterangan yang berbeda terkait perang yang dimulai AS dan Israel dengan Iran. Dia awalnya mengklaim telah menang perang.

Dia lalu meminta bantuan NATO untuk membuka Selat Hormuz yang ditutup Iran akibat serangan AS-Israel. Dia lalu sesumbar tak butuh bantuan NATO.

Dia juga sempat mengklaim sedang ada negosiasi dengan Iran. Al-Anbiya lalu menyebut Iran meminta gencatan senjata.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|