Presiden AS Donald Trump saat berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York pada 23 September 2025. Dalam pidato itu, Trump meremehkan badan dunia tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Departemen Perang AS telah mengerahkan armada besar kapal perang dan aset militer lainnya di dekat Iran. Pengerahan ini merupakan sinyal dari Washington ke Teheran bahwa serangan dapat saja terjadi sewaktu-waktu.
Dalam sebuah wawancara dengan Axios pada Senin, Trump menyatakan bahwa situasi dengan Iran tetap berubah-ubah.
"Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela," katanya, merujuk pada penumpukan angkatan laut AS di dekat negara Amerika Selatan tersebut yang menyebabkan penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.
Meski AS punya kemampuan menyerang Iran, namun Paman Sam sepertinya lebih memilih untuk bernegosiasi sambil 'mengacungkan senjata'.
Trump menyatakan bahwa Teheran benar-benar ingin bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan. “Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berbicara.”
Inti dari pengerahan kekuatan militer yang dimaksud Trump adalah gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln, yang dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) kini beroperasi di Timur Tengah.
Selain itu itu ada pesawat tempur F-15 dan F-35 tambahan, pesawat tanker pengisian bahan bakar, dan sistem pertahanan udara juga telah dikerahkan.
Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengunjungi Israel pada Sabtu untuk membahas rencana militer gabungan.
Teheran memperingatkan Washington agar tidak melakukan kesalahan perhitungan. Negara itu juga menyalahkan AS dan Israel karena memicu kerusuhan internal yang parah di Iran.

1 month ago
27

















































