Amran Minta BGN Serap Telur Peternak Tiga Kali Sepekan Lewat Program MBG

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan penyerapan telur peternak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi tiga kali dalam sepekan. Langkah tersebut ditempuh untuk membantu mempercepat pemulihan harga telur yang tertekan akibat kelebihan pasokan di sejumlah daerah.

Amran telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN untuk memperbesar penyerapan telur peternak. Upaya itu menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga keberlangsungan usaha peternak petelur yang tengah menghadapi penurunan harga.

"Yang ketiga adalah kami menelepon langsung Ibu Kepala BGN dan beliau langsung menyanggupi. Luar biasa beliau, kami apresiasi Kepala BGN Ibu Nani, luar biasa. Insya Allah jumlahnya, kuantumnya, akan ditingkatkan untuk BGN kita di seluruh Indonesia," kata Mentan di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurut Amran, peningkatan penyerapan melalui MBG diharapkan dapat membantu menyerap surplus produksi telur yang saat ini terjadi di berbagai sentra peternakan. Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah lain untuk menjaga harga telur di tingkat peternak.

Mentan menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur sebesar Rp 26.500 per kilogram. Ia meminta pengumpul dan pembeli mematuhi harga tersebut. Kementerian Pertanian juga akan melibatkan Satgas Pangan untuk mengawal pelaksanaannya di lapangan.

"Ya, tiga kali seminggu, cepat itu nanti bakal cepat. Pokoknya terakhir jiwa raga saya untuk peternak petelur Indonesia," ujar Amran.

Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso menyambut keputusan pemerintah meningkatkan serapan telur melalui program MBG. Menurut dia, kebijakan tersebut akan membantu peternak yang selama ini menghadapi tekanan harga akibat produksi yang melimpah.

Yudianto menjelaskan harga telur di sejumlah daerah sentra produksi masih berada jauh di bawah harga acuan. Di Jawa Timur, harga telur sempat turun hingga Rp 21.500 per kilogram. Di Jawa Tengah sekitar Rp 22.500 per kilogram, sedangkan di Jawa Barat dan Jakarta berada pada kisaran Rp 22.500 hingga Rp 23.000 per kilogram.

Ia mengatakan kondisi tersebut dipicu kelebihan pasokan telur yang terjadi secara nasional. Pada saat yang sama, peternak juga menghadapi kenaikan biaya produksi akibat tingginya harga pakan.

"Dan kami juga berterima kasih atas inisiatif Bapak Menteri. BGN juga akan menyerap telur dari peternak tiga kali dalam sepekan. Sebelumnya hanya satu kali," kata Yudianto.

Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif mengatakan peningkatan serapan melalui program MBG berpotensi membantu mengangkat harga telur di wilayahnya. Saat ini harga telur di Sidrap masih berada pada kisaran Rp 22.000 hingga Rp 24.000 per kilogram.

Syaharuddin menjelaskan pemerintah daerah selama ini rutin memfasilitasi pertemuan peternak dan pedagang dua kali sepekan untuk menyepakati harga telur. Mekanisme tersebut telah membantu menjaga stabilitas harga telur di wilayah Indonesia Timur selama lebih dari satu tahun terakhir.

Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap peningkatan serapan telur melalui program MBG dapat mempercepat pemulihan harga di tingkat peternak. Langkah tersebut diharapkan menjaga keberlanjutan usaha peternak sekaligus memastikan pasokan telur nasional tetap terjaga.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|