Aljazeera Ungkap Rusia dan China Pasok Senjata-Senjata Canggih untuk Iran

1 month ago 26

Sejumlah pesawat nirawak (drone) terlihat selama latihan militer di lokasi yang dirahasiakan di Iran,

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Koresponden Aljazeera dari Teheran, Nuruddin al-Daghir, melaporkan pengiriman senjata Rusia dan China telah tiba di Iran sejak apa yang dikenal sebagai "Perang 12 Hari" pada bulan Juni lalu.

Al-Daghir dikutip Republika.co.id, Jumat (30/1/2026) menyebutkan pengiriman tersebut diangkut dengan pesawat militer besar, yang berisi berbagai perlengkapan militer, dalam rangka memperkuat kemampuan pertahanan dan serangan Iran.

Al-Daghir mengatakan China— menurut informasi yang hampir pasti— memainkan peran penting dalam memperkuat kemampuan rudal Iran selama periode terakhir, sambil juga menunjuk pada peran Rusia yang sangat penting dalam memasok berbagai jenis proyektil ke Teheran.

Dalam konteks yang sama, koresponden Aljazeera dari Moskow, Zaur Shug, mengatakan pengiriman militer Rusia tiba di Iran hampir setiap pekan.

Beberapa media telah memberitakan selama beberapa bulan terakhir tentang pengiriman senjata dari Rusia ke Teheran, di tengah apa yang digambarkannya sebagai kemitraan strategis yang berkembang antara kedua negara, terutama setelah eskalasi terbaru.

Pada 13 Juni 2025, Israel dengan dukungan Amerika melancarkan serangan terhadap Iran yang berlangsung selama 12 hari, mencakup lokasi militer dan nuklir serta fasilitas sipil, serta pembunuhan terhadap para pemimpin dan ilmuwan, sementara Iran menargetkan markas militer dan intelijen Israel dengan rudal dan pesawat tak berawak.

Manuver dan pesan politik

Seiring dengan pengiriman barang-barang ini, Iran bersiap melakukan manuver militer bersama dengan Rusia dan Cina, yang dikenal sebagai manuver "Sabuk Keamanan", yaitu manuver laut berkala, namun waktunya saat ini memiliki makna politik dan militer yang mencolok.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|