Agresi Dua Sejoli AS dan Israel ke Iran, Menuju Perang Armageddon Akhir Zaman?

4 hours ago 1

Kondisi bagian dalam Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). Rumah Sakit Gandhi terkena serangan udara Israel pada 1 Maret. Operasi militer gabungan Israel-AS menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Saat Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tampil sebagai tokoh sekuler yang tercerahkan dan kecewa dengan "teokrasi" Iran serta menyatakan bahwa para pemimpin Iran adalah ulama Syiah ekstremis yang mengambil keputusan geopolitik berdasarkan pandangan keagamaan mereka dan saat Menteri Perang AS Pete Hegseth juga menyatakan rezim-rezim ekstremis seperti Iran, yang berpegang teguh pada apa yang dia sebut "ilusi Islam" tidak boleh memiliki senjata nuklir, para pemimpin militer AS justru menyampaikan pesan yang sama sekali berbeda kepada pasukannya.

Seorang pemimpin mendesak para perwiranya untuk memberitahu pasukannya bahwa perang tersebut merupakan bagian dari rencana Tuhan, lalu pemimpin tersebut berdiri di hadapan para perwira sambil mengutip ayat-ayat dari Alkitab tentang Pertempuran Armageddon dan kedatangan kembali Kristus yang segera.

Dia menegaskan kepada para perwiranya bahwa Presiden AS Donald Trump telah diurapi oleh Tuhan Yesus untuk memicu percikan perang tersebut dengan Iran agar menjadi titik awal pecahnya Pertempuran Armageddon dan kembalinya Yesus ke bumi yang mengikutinya.

Situasinya tidak jauh berbeda di Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengutip Taurat di tengah-tengah perang melawan Iran. Dia menyamakan Iran dengan Amalek, musuh kuno dalam Taurat yang melambangkan kejahatan.

Pada 28 Februari lalu, beberapa jam setelah dimulainya operasi perang melawan Iran, Netanyahu mengaitkan perbandingan antara Persia kuno dan rezim Iran saat ini.

Dia mengutip kisah warisan di mana musuh Persia berusaha menghancurkan bangsa Yahudi, namun Mordekhai yang Yahudi dan Ratu Ester berhasil menyelamatkan bangsa tersebut sehingga musuh Persia pun tumbang, menurut kisah tersebut, demikian pula rezim Iran yang jahat akan runtuh, menurut klaim Netanyahu.

Mengutip Aljazeera, Kamis (26/3/2026), simbolisme di sini jelas yaitu sebagaimana pemimpin Persia dalam warisan Yahudi berusaha memusnahkan bangsa Yahudi, Iran kini, menurut Netanyahu, mengancam untuk menghancurkan negara pendudukan dan berusaha memperoleh senjata nuklir, seolah-olah sejarah Yahudi terulang kembali sesuai narasi agama yang ia coba pasarkan.

Di antara baris-baris tersebut, kita menemukan petunjuk bahwa perang Amerika-Israel terhadap Iran bukan sekadar perang yang bertujuan membebaskan Iran dari pemerintahan agama, melainkan perang yang didorong oleh visi-visi agama pula, di samping tujuan-tujuan geopolitik Amerika-Israel.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|