Ada Ancaman PHK di RI Efek Ledakan Harga Plastik, Ini Respons Menaker

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga plastik di dalam negeri menimbulkan guncangan dari para pelaku usaha. Misalnya yang disuarakan Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) yang meminta kepada pemerintah untuk melakukan intervensi agar kenaikan harga bahan baku plastik bisa ditekan.

Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo mengatakan pemerintah perlu mengintervensi kenaikan harga plastik, agar pelaku industri tidak semakin khawatir. Jika tidak, maka kenaikan harga produk semakin tak terhindarkan. Bukan tidak mungkin dampaknya bisa sampai pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan karena cost produksi naik.

"Dampak yang sudah terlihat, yakni mulai terjadinya penyesuaian harga jual di tingkat ritel, kelangkaan bahan baku di beberapa daerah, penurunan volume produksi, terutama pada UMKM AMDK, dan ancaman PHK massal yang mengintai ribuan tenaga kerja di sektor ini," ungkap Karyanto kepada CNBC Indonesia, Senin (13/4/2026).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pun merespons hal ini. Menurutnya, pemerintah lintas kementerian sudah mulai mendiskusikan kebijakan apa yang nanti akan dikeluarkan. Namun dia belum berani mengungkapkan kebijakan tersebut.

"Antisipasi kan kita tetap saya sampaikan. Antisipasi itu sifatnya kan kita lintas ke menteri, kementerian," kata dia saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Seorang pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Seorang pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Seorang pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

"Dan di sinilah kalau ada isu-isu Apa? yang dipimpin oleh Kementerian-kementerian Perekonomian, disitu kemudian kita bahas semua sama-sama dan itu kan melintas tidak hanya Kemenaker, ada Kementerian Perindustrian, ada Kementerian Perdagangan, ya dan kementerian apalagi yang lain itu dan semua itu sifatnya kan harus kita jawab secara komprehensifnya," tuturnya.

Sebelumnya, Karyanto mengatakan kenaikan harga bahan baku plastik sudah berdampak serius kepada industri AMDK, karena kemasannya mayoritas masih menggunakan plastik.

"Kenaikan harga bahan baku plastik saat ini sangat berdampak signifikan terhadap industri AMDK, karena hampir seluruh kemasan AMDK menggunakan plastik, terutama polyethylene terephthalate (PET) resin untuk botol, high-density polyethylene (HDPE) untuk galon, serta polypropylene (PP) untuk tutup dan label," kata Karyanto.

Ia mengaku, harga bahan plastik sudah mengalami kenaikan sekitar 25% hingga 70%, bahkan ada yang naik mencapai 100%, membuat biaya produksi membengkak hingga 45%.

"Harga PET resin dan bahan plastik pendukung lainnya telah melonjak antara 25% hingga 70%, bahkan mencapai 100% untuk beberapa jenis material sejak awal April 2026. Akibatnya, biaya produksi AMDK secara keseluruhan meningkat antara 35% hingga 45%," lanjutnya.

Karyanto menambahkan, plastik menjadi komponen biaya produksi tertinggi setelah air.

"Plastik merupakan komponen biaya produksi terbesar kedua setelah air itu sendiri, sehingga kenaikan ini tidak dapat lagi diserap sepenuhnya oleh produsen," jelasnya.

Dia mengatakan pemerintah perlu mengintervensi kenaikan harga plastik, agar pelaku industri tidak semakin khawatir. Jika tidak, maka kenaikan harga produk semakin tak terhindarkan.

"Jika tidak ada intervensi cepat dari pemerintah, kenaikan harga yang lebih tinggi dan terganggunya pasokan AMDK di pasar akan sulit dihindari," kata Karyanto.

Ia pun mendorong agar pemerintah bisa melakukan intervensi dengan berbagai cara, seperti relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) kemasan, pembebasan bea masuk anti-dumping resin, dan stimulus likuiditas bagi UMKM AMDK.

"Kami saat ini sedang mendorong pemerintah untuk memberikan kebijakan shock absorber berupa relaksasi PPN kemasan, pembebasan bea masuk anti-dumping resin, serta stimulus likuiditas bagi UMKM agar industri ini tetap dapat bertahan dan terus melayani kebutuhan masyarakat," jelasnya.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|