5 Fakta tentang Hindutva yang 'Membunuh' Mahatma Ghandi dan Membenci Umat Islam

2 hours ago 2

Pemandangan saat peresmian kuil agung dewa Hindu Dewa Ram di Ayodhya, India, 22 Januari 2024. Kuil dibangun di bekas lahan Masjid Babri.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI— Hindutva adalah ideologi politik dan nasionalisme sayap kanan yang berupaya mendefinisikan identitas budaya dan nasional India berdasarkan nilai-nilai Hindu.

Ideologi ini bertujuan menempatkan dominasi Hindu dalam kehidupan bernegara di India. Dalam pandangan Hindutva, agama Hindu diposisikan sebagai bagian dari proyek yang lebih luas, yakni pembentukan identitas kebangsaan Hindu.

Istilah “Hindutva” sendiri terdiri dari dua unsur bahasa. Bagian pertama adalah kata “Hind”, yang menurut sejumlah pendapat berasal dari kata Sanskerta “Sindhu”, nama kuno Sungai Indus.

Seiring perkembangan bahasa, bangsa Persia kuno dan sejumlah masyarakat lain mengganti huruf “s” menjadi “h”, sehingga istilah “Hindus” digunakan untuk menyebut penduduk yang tinggal di seberang sungai tersebut.

Sementara bagian kedua adalah akhiran Sanskerta “tva” yang berarti esensi atau hakikat. Dengan demikian, Hindutva secara harfiah bermakna “hakikat ke-Hindu-an” atau “identitas Hindu”.

Dalam bahasa Arab maupun Indonesia, istilah ini sering diterjemahkan sebagai nasionalisme Hindu atau Hinduisme politik.

Berikut ini sejumlah fakta seputar Hindutva yang kini banyak mengilhami warga negara India, terutama sayap kanan.

Pertama, akar sejarah

Nasionalisme Hindu muncul pada awalnya sebagai respons terhadap kolonialisme Inggris di India. Gerakan ini juga dipengaruhi kebijakan kolonial yang memperdalam perpecahan di antara kelompok agama dan sosial di masyarakat India.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|