Gedung Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta yang memperingati hari jadinya yang ke-47 tahun pada Minggu (22/3 - 2026)./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN-Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta memperingati hari jadinya yang ke-47 tahun pada Minggu (22/3/2026).
Momentum ini begitu bermakna, mengingat sejarah panjang BBPPMT Yogyakarta yang yang tak lepas dari perannya dalam memberi kontribusi serta pelayanan terbaik bagi masyarakat. Berdiri di lahan seluas 2,2 hektare, di Beran, Tridadi, Sleman dan 1,5 hektare di Dusun Pentingsari, Argomulyo, Cangkringan Sleman, BBPPMT Yogyakarta sempat mengalami beberapa kali perubahan nomenklatur sejak pertama kali berdiri,
Pada tahun 1979, bernama Balai Latihan Ketransmigrasian (Balatrans) Daerah Istimewa Yogyakarta. Selang dua tahun kemudian atau 1999 berganti menjadi Balai Latihan Transmigrasi Yogyakarta.
Setelah itu beralih menjadi Balai Latihan Ketransmigrasian Yogyakarta pada tahun 2006. Kemudian pada tahun 2015 menjadi Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta dan tahun 2020 menjadi Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BBPPMDDTT) Yogyakarta. Pada tahun 2025 berubah menjadi Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta.
Balatrans berdiri karena pada masa itu terjadi kesenjangan kebutuhan sumber daya manusia di kawasan transmigrasi, tepatnya ketika Pelita III, di mana terjadi pengerahan transmigran besar-besaran. Maka, peran Balatrans di sini begitu besar khususnya untuk melatih para calon transmigran.
Seiring berjalannya waktu, demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis sekaligus menjawab tantangan zaman, berbagai kebijakan dan inovasi dalam tubuh organisasi pun turut dilakukan. Oleh sebab itu, Balatrans semakin berkembang hingga saat ini terbentuklah Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta.
BBPPMT Yogyakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) yang berada di bawah Kementerian Transmigrasi dengan wilayah kerja meliputi 6 provinsi, yaitu Daerah Khusus Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Transmigrasi dibentuk menjadi kementerian yang berdiri sendiri, terpisah dari Kementerian Desa.
Secara tidak langsung, hal ini menjadi jawaban bahwa Kementerian Transmigrasi (Kementras) akan mengamban tanggungjawab yang lebih besar, begitu pula dengan BBPPMT Yogyakarta.
Sebagai bentuk dukungan terhadap arah kebijakan yang baru, BBPPMT Yogyakarta pun turut serta menyelaraskan langkah serta inovasi untuk mewujudkan wajah baru transmigrasi dalam bentuk Transformasi Transmigrasi. Transmigrasi saat ini bukan hanya memindahkan penduduk, namun sebuah strategi pembangunan wilayah yang menciptakan pusat ekonomi baru yang kelak akan mendorong investasi dan membuka peluang lapangan kerja.
Ke depannya, para transmigran juga ditargetkan akan berasal dari generasi muda yang berusia maksimal 35 tahun. Upaya ini diharapkan bisa mencetak generasi transmigran masa kini dengan SDM unggul dan siap membangun kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
"Perjalanan 47 tahun BBPPMT Yogyakarta bisa dikatakan sudah tak lagi muda, namun begitu berharga. Berbagai anomali perubahan pada induk kementerian tak lantas menyurutkan semangat Balai Jogja untuk terus menjadi unit kerja yang selalu mengedepankan pelayanan prima. Semakin bertumbuh dan bisa memberi manfaat luas adalah harapan sederhana yang selalu kami jaga, sekaligus menjadi bentuk komitmen dalam mendukung serta berkontribusi untuk pembangunan bangsa." kata Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, S.H., M.H.
Tunggak Santosa menambahkan sesuai dengan slogannya “Giat Berkarya, Setia Menabur Ilmu” BBPPMT Yogyakarta berkomitmen untuk selalu siap dan hadir menjadi ruang bagi masyarakat yang ingin bersama-sama membangun masa depan, khususnya melalui kawasan transmigrasi. “Dengan sumber daya yang ada, BBPPMT Yogyakarta juga terus berupaya agar dapat menjadi salah satu lembaga pelatihan yang menjadi Pusat Percontohan (Center of Excellent) dan Pusat Pemberdayaan (Center of Empowerment),” katanya.
Semakin bertambahnya usia menjadi penanda bahwa perjalanan BBPPMT Yogyakarta bukan hanya angka, melainkan sebuah pengabdian panjang yang membawa mimpi dan harapan tentang bagaimana masa depan yang cemerlang bisa dicapai dengan usaha serta kontribusi nyata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































