40.000 Pengunjung Ditargetkan Datang ke Magelang, UMKM dan Warga Jadi Sasaran

4 hours ago 3

40.000 Pengunjung Ditargetkan Datang ke Magelang, UMKM dan Warga Jadi Sasaran

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (baju hitam), dalam konferensi pers di Pringgitan Gedung Setda Kota Magelang, Rabu (16/9/2026). /Harian Jogja-Nina Atmasari

Harianjogja,com, MAGELANG – Kota Magelang bakal menjadi lokasi sejumlah kegiatan berskala regional hingga nasional dalam tiga bulan ke depan. Pemerintah Kota Magelang berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Empat agenda yang akan digelar yakni Borobudur Indonesia Expo 2026 pada 17-20 September, Magelang Flower Festival pada 25 Oktober-1 November, Merti Gunung Tidar pada 6-8 November, serta Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Jawa Tengah Magelang Open Master Championship pada 13-15 November 2026.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan keberadaan berbagai kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, usaha kuliner, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sektor jasa.

“Event bukan sekadar hiburan atau seremoni, tetapi menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan promosi daerah,” kata Damar dalam konferensi pers di Pringgitan Gedung Setda Kota Magelang, Rabu (16/9/2026).

Salah satu kegiatan yang berpotensi menghadirkan mobilitas pengunjung dalam jumlah besar adalah Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang. Kegiatan yang berlangsung empat hari itu menargetkan sekitar 40.000 pengunjung.

Expo tersebut melibatkan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, pariwisata, investasi, kementerian, serta pemerintah daerah di kawasan Borobudur yang meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Sleman, Purworejo, dan Kulonprogo.

Bagi masyarakat, banyaknya pengunjung berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan selama kegiatan berlangsung. Peluang tersebut antara lain dapat dimanfaatkan pelaku usaha makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, hingga jasa lainnya.

Dampak serupa diharapkan muncul dari Magelang Flower Festival yang digelar di Alun-Alun Kota Magelang. Selain pameran dan pertunjukan, kegiatan tersebut akan menghadirkan agenda Senam ASRI dengan target 10.000 peserta pada 30 Oktober 2026 serta Magelang Ethno Carnival pada 1 November 2026.

Sementara itu, Merti Gunung Tidar memiliki pola keterlibatan masyarakat yang lebih luas. Kegiatan yang berlangsung 6-8 November 2026 tersebut akan melibatkan masyarakat melalui reresik, ritual dan doa, kirab budaya, pagelaran kesenian, hingga pembagian tumpeng.

Sebanyak 192 RW se-Kota Magelang direncanakan membawa tumpeng dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan itu sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan tradisi dan memperkuat gotong royong.

Dari sektor olahraga, Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Jawa Tengah Magelang Open Master Championship ditargetkan diikuti 1.000 atlet. Kejuaraan yang digelar di Samapta Aquatic Stadium tersebut juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi melalui kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan jasa selama peserta berada di Kota Magelang.

Damar mengatakan pemerintah ingin keberadaan berbagai kegiatan tersebut membuat masyarakat menjadi bagian dari aktivitas kota, bukan hanya sebagai penonton.

Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan event membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, media, akademisi, dan berbagai stakeholder.

“Keberhasilan event adalah hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, media, akademisi, dan seluruh stakeholder,” ujarnya.

Damar juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi sekaligus menjaga kondisi Kota Magelang tetap aman, kondusif, dan nyaman bagi pengunjung.

Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal. Pengunjung diharapkan tidak hanya datang ke lokasi acara, tetapi juga beraktivitas di berbagai titik lain di Kota Magelang sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|