22 Manifesto Ngeri Pencipta Teknologi Mata-Mata Israel dan Amerika

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan software asal Amerika Serikat (AI) Palantir baru saja merilis 22 poin ringkasan buku buatan CEO Alexander Karp. Daftar yang mirip manifesto itu diungkap dalam akun X resminya. Unggahan itu kemudian dikecam oleh publik secara luas.

Poin tersebut berasal dari buku berjudul The Technological Republic yang ditulis sendiri oleh Karp serta Nicholas W Zamiska selaku kepala urusan korporat dan penasihat hukum Palantir.

Karp diketahui sebagai sosok yang dikenal luas. Dia masuk jadi salah satu dari 100 orang berpengaruh di dunia majalah Rime dan dikenal juga cukup kontroversial.

Palantir juga didukung oleh Peter Thiel, investor teknologi yang dikenal sebagai mentor Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dan eks rekan CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk, di PayPal.

BBC mencatat poin itu penting, mengingat peran Palantir di dunia. Perusahaan diketahui memiliki kontrak penting dengan berbagai pemerintah, termasuk AS dan negara lainnya bernilai jutaan dolar.

Palantir juga memiliki kontrak dengan pemerintah Inggris, serta lembaga seperti NHS, Kementerian Pertahanan, Otoritas Pengawasan Keuangan dan 11 kepolisian.

Rilis poin tersebut langsung diserbu banyak kritikan. Menteri keuangan Yunani 2015 dan ekonom Yanis Varoufakis menyebut poin Palantir sebagai kejahatan yang bisa diunggah dalam media sosial.

"Jika kejahatan bisa menuliskan tweet, ini yang akan dilakukannya," tulisnya, dikutip Deutsche Welle.

Sementara penelitian populisme Belanda, Cas Mudde menyebut unggahan itu sebagai Teknofasime murni. Dia juga mendorong Eropa menghentikan kerja sama dan menarik investasi dari perusahaan.

Salah satu yang disoroti poin tersebut mengenai Silicon Valley, yang disebut memiliki hutang moral dan harus ikut dalam mempertahankan negara.

Buku itu juga menyebut soal teknologi militer. Dituliskan bahwa perusahaan harus menuruti membuat software lebih baik saat diminta.

Berikut 22 poin manifesto yang dibagikan Palantir dalam akun X resminya, dikutip Senin (27/4/2026).

  1. Silicon Valley punya hutang moral kepada negara yang memungkinkan kebangkitannya. Elit teknik memiliki kewajiban tegas untuk ikut dalam pertahanan negara.
  2. Kita harus memberontak melawan tirani aplikasi. Apakah iPhone pencapaian kreatif dan puncak peradaban yang terbesar? Objek itu mengubah hidup kita, namun mungkin juga membatasi dan mengekang rasa kemungkinan itu.
  3. Email gratis tidak cukup. Kemerosotan budaya atau peradaban, dan penguasa bisa dimanfaatkan jika bisa memberikan pertumbuhan ekonomi dan keamanan untuk masyarakat.
  4. Batasan soft power, yang hanya retorika, telah terungkap. Kemampuan masyarakat bebas dan demokratis untuk menang membutuhkan lebih dari daya tarik moral. Butuh hard power dan di abad ini akan dibangun di atas perangkat lunak.
  5. Pertanyaannya bukan apakah senjata AI akan dibuay: siapa yang akan membuatnya dan tujuannya untuk apa. Musuh-musuh kita tidak akan berhenti ikut terlibat dalam perdebatan mengenai manfaat pengembangan teknologi dengan penerapan militer dan keamanan nasional yang penting.
  6. Pelayanan sosial harus jaadi tugas universal. Kita sebagai masyarakat harus secara serius mempertimbangkan meninggalkan kekuatan yang terdiri dari sukarelawan dan berperang jika semua orang ikut menanggung risiko dan biaya.
  7. Jika seorang marinir AS meminta senjata yang lebih baik, kita harus membuatnya. Hal serupa berlaku untuk software. Sebagai negara, kita harus bisa melanjutkan perdebatan mengenai kelayakan tindakan militer di luar negeri sambil memegang teguh komitmen pada tindakan yang berbahaya.
  8. Pegawai negeri tidak perlu menjadi pendeta. Bisnis apapun yang memberi kompensasi seperti yang dilakukan pemerintah federal pada pegawai negeri, akan kesulitan bertahan hidup.
  9. Kita harus menunjukkan lebih banyak belas kasih pada mereka yang mengabdikan diri pada kehidupan publik. Hilangnya ruang memaafkan, hilangnya toleransi pada kompleksitas dan kontradiksi pada jiwa manusia, bisa meninggalkan kita dengan karakter yang akan disesali.
  10. Psikologi politik modern menyesatkan kita. Mereka mengandalkan arena politik untuk memupuk jiwa dan harga diri mereka, yang bergantung pada kehidupan internal mereka menemukan ekspresi orang yang mungkin tidak mereka temui, akan kecewa.
  11. Masyarakat kita sudah terlalu bersemangat mempercepat dan kerap senang atas kematian musuh-musuhnya. Mengalahkan lawan adalah momen bergenti sejenak, bukan bergembira.
  12. Era atom telah berakhir. Era pencegahan, atom, telah berakhir, dan era pencegahan baru dibangun berdasarkan AI telah dimulai.
  13. Tidak ada negara lain dalam sejarah dunia yang memajukan progresif lebih dari negara ini. AS masih jauh dari sempurna. Namun kita sering lupa betapa besarnya peluang yang ada di negara ini untuk mereka yang bukan turunan kelompok elit dibandingkan negara lain.
  14. Kekuatan Amerika memungkinkan terjadinya perdamaian yang panjang. Banyak yang lupa atau mungkin menganggap remeh hampir satu abad perdamaian telah ada di dunia tanpa konflik militer dengan kekuatan besar. Setidaknya tiga generasi, miliaran orang dan anak-anak serta cucu mereka, belum pernah mengalami perang dunia.
  15. Pengebirian Jerman dan Jepang pasca perang harus dibatalkan. Pengunduran diri Jerman adalah koreksi berlebihan yang harus dibayar mahal Eropa. Komitmen yang sama dan teatrikal pada pasifisme Jepang, jika dipertahankan juga akan mengancam pergeseran keseimbangan kekuatan di Asia.
  16. Kita harus memuji mereka yang berupaya membangun saat pasar gagal bertindak. Masyarakat dunia hampir mencemooh ketertarikan Musk pada narasi besar, seperti para miliarder harusnya berada di jalur mereka sendiri untuk memperkaya diri. Keingintahuan atau minat tulus apapun pada nilai ciptaan pada dasarnya diabaikan atau tersembunyi di balik cemoohan tersembunyi.
  17. Silicon Valley harus memiliki peran mengatasi kejahatan dengan kekerasan. Banyak politisi di seluruh AS yang tidak peduli kejahatan dengan kekerasan, mengabaikan upaya mengatasi masalah atau mengambil risiko apapun dengan konstituen atau donatur mereka dalam menghasilkan solusi dan eksperimen yang harusnya menjadi upaya putus asa untuk menyelamatkan nyawa.
  18. Pengungkapan kehidupan pribadi tokoh publik yang kejam membuat banyak oeang berbakat menjauh dari pelayanan pemerintah. Arena publik, dan serangan dangkal serta remeh pada mereka yang berani melakukan sesuatu selain memperkaya diri sendiri, menjadi sangat kejam sehingga republik ini hanya punya sejumlah wadah kosong dan tidak berguna dengan ambisi akan dimaatkan jika ada kepercayaan di dalamnya.
  19. Kehati-hatian pada kehidupan publik tanpa disadari bersifat merusak. Mereka yang mengatakan tidak ada yang salah sering tidak banyak bicara.
  20. Intoleransi pada keyakinan agama di kalangan tertentu harus dilawan. Intoleransi yang dilakukan kelompok elit pada keyakinan agama mungkin jadi salah satu tanda yang paling jelas bahwa proyek politik mereka merupakan gerakan intelektual yang kurang terbuka dibandingkan yang diklaim oleh banyak orang.
  21. Beberapa kebudayaan menghasilkan kemajuan penting, lainnya tetap disfungsional dan regresif. Semua budaya sekarang sama. Kritik dan penilaian nilai dilarang. Namun kepercayaan baru mengabaikan fakta budaya dan subkultur baru, yang menghasilkan kejaiban. Lainnya terbukti tidak terlalu besar dan buruk lagi, regresif dan berbahaya.
  22. Kita harus menolak godaan dangkal dari pluralisme yang kosong dan hampa. Kami, di Amerika dan negara Barat, selama setengah abad telah menolak mendefinisikan budaya nasional atas nama inklusivitas. Namun inklusif dalam hal apa?

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|