Pelatihan yang diikuti 30 peserta di Jepara, mengajak mereka membuat holder ponsel serta liontin kalung dari limbah kayu.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memberdayakan warga agar mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan limbah kayu berlanjut di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pelatihan yang diikuti 30 peserta mengajak mereka membuat holder ponsel serta liontin kalung dari limbah kayu.
Peserta diajarkan hardskill pembuatan holder ponsel dan gantungan kunci resin, bahan yang dipilih karena murah dan mudah dimodifikasi dari limbah kayu. Setelah sesi offline, peserta mengikuti pendampingan daring selama tiga pekan.
Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggandeng Bank Infaq, NRC, dan Gentanala dalam menggelar pelatihan sembari mengenalkan konten promosi hingga strategi digital marketing. Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, menyampaikan apresiasi kepada NRC dan Bank Infaq atas kolaborasi dalam program pemberdayaan warga.
"Senang rasanya bisa berkolaborasi. Semoga program ini menjadi langkah awal untuk kolaborasi berikutnya. Hal ini memang menjadi fokus kami sejak lama, untuk memberdayakan potensi bangsa, termasuk perempuan, anak muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat desa," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menurut dia, pelatihan di Jepara menjadi bagian pemberdayaan desa. Wilayah tersebut selama ini terkenal sebagai sentra kerajinan kayu dan furnitur, sehingga inovasi pengolahan limbah kayu menjadi produk bernilai tambah sangat relevan.
Sementara perwakilan NRC, Wawan, menekankan, pentingnya inovasi dalam pengolahan limbah kayu. "Dengan dibantu Mas Reza, peserta dapat belajar menghasilkan karya-karya baru. Harapan kami, peserta terus mengembangkan produk inovatif di lingkungan mereka," ujarnya.

2 hours ago
2
















































