Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai memukul pasar mobil diesel bekas di Indonesia. Sejumlah model populer seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner diesel mulai kehilangan daya tarik di mata konsumen.
PT Pertamina sebelumnya resmi menaikkan harga BBM non subsidi yang dijual di SPBU sejak 18 April 2026. Berdasarkan situs resmi perusahaan, harga Dexlite melonjak menjadi Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200 per liter. Sementara Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter.
Kenaikan belum berhenti. Per 4 Mei 2026, harga Dexlite kembali naik menjadi Rp26.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp27.900 per liter.
Lonjakan harga yang drastis itu mulai berdampak ke pasar kendaraan diesel bekas. Pendiri sekaligus CEO Otospector dan diler mobil bekas Otos.id, Jeffrey Andika mengatakan penurunan permintaan mulai terasa di showroom rekanan.
"Kalau soal mobil diesel, info dari showroom rekanan yang pasti permintaan menurun mengakibatkan harga mobilnya anjlok," ujar Jeffrey kepada CNBC Indonesia, Jumat (8/5/2026).
Alasan utama konsumen membeli mobil diesel selama ini adalah efisiensi bahan bakar. Namun kenaikan harga solar non subsidi membuat pertimbangan tersebut berubah total.
"Selama ini konsumen kan beli mobil diesel supaya irit. Kalau harga solar jadi tinggi begitu jadi nggak ada gunanya beli mobil diesel," katanya.
Jeffrey mengaku belum mendapatkan angka pasti terkait besaran penurunan permintaan maupun koreksi harga mobil diesel bekas. Meski begitu, ia menyebut keluhan soal lesunya pasar mulai banyak terdengar dari para pelaku showroom.
"Angka itu saya masih mengecek dengan showroom rekanan. Tapi udah banyak yang bilang begitu," sebutnya.
Di tengah pelemahan permintaan, pasokan mobil diesel bekas dari konsumen disebut belum mengalami lonjakan signifikan. Artinya, pemilik kendaraan masih cenderung menahan penjualan unitnya.
"Belum terlihat ada lonjakan supply mobil diesel sih di showroom rekanan," kata Jeffrey.
Meski begitu, para diler disebut mulai mengambil langkah antisipasi dengan membatasi pembelian stok kendaraan diesel bekas agar risiko penumpukan unit bisa ditekan. "Pasti nahan ambil mobil diesel juga," ujarnya.
(hoi/hoi)
Addsource on Google
















































